Jakarta, GPriority.co.id – Rakornis (Rapat Koordinasi Teknis) TMMD ke-124, resmi dibuka pada Kamis (24/4) di Gedung A.H. Nasution, Lantai 2, Mabes AD, Jakarta Pusat.
Rakornis TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-124 dibuka oleh sambutan dari Mayjen TNI Joko Hadi Susilo. Rakornis ini bertema “Dengan Semangat TMMD Mewujudukan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah”.
Adapun Rakornis TMMD ke-124 ini juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati Morowali, Bupati Biak Numfor, Bupati Bogor, serta Wali Kota Depok, serta sejumlah pejabat militer. Selain itu, agenda ini juga diikuti oleh 334 orang peserta yang hadir secara virtual.

Agenda Rakornis TMMD ke-124 tahun anggaran 2025 ini merupakan rapat pada tahap persiapan sebelum dimulainya pelaksanaan TMMD, yang bertujuan untuk membahas berbagai persiapan TMMD yang telah direncanakan oleh para Dandim dan Satgas TMMD, bersama dengan pejabat Pemda, Kabupaten, Kota di wilayah masing-masing.
“Rakornis ini juga sebagai saranan untuk mendiskusikan berbagai program dari Kementerian dan Lembaga Pemerintahan Kementerian, serta Mitra TNI yang dapat dipadukan pada pelaksanaan TMMD ke-124 tahun anggaran 2025 sehingga hasil yang dicapai lebih optimal,” ujar Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.
Sebagai informasi, Rakornis TMMD ke-124 ini dilaksanakan kedua kalinya pada tahun 2025, dan akan dilaksanakan secara serentak di 50 Kabupaten dan Kota, dengan menggunakan sistem perencanaan bottom-up meliputi sasaran fisik dan non-fisik yang bersifat strategis sehingga dapat mempercepat pembangunan di daerah.
Efisiensi Anggaran Tak Boleh Korbankan Kualitas Pelayanan
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen Joko turut menyoroti adanya efisiensi anggaran yang berdampak ke segala bidang termasuk dukungan APBD, Pemda, Partai, serta Pemkot. Hal ini tentunya juga akan mempengaruhi penentuan sasaran fisik dan non-fisik yang akan dikerjakan.
Ia menambahkan, perlu adanya koordinasi yang intens antara pejabat dan Forkopimda terkait penentuan sasaran yang benar-benar strategis dan prioritas yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, Mayjen Joko menekankan perlu adanya pertimbangan ketersediaan anggaran di Pemda, Kabupaten, maupun Kota.
“Namun perlu diingat bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas dan manfaat program bagi masyarakat. Dalam pelaksanaan Rakornis ini diharapkan ada masukan dari para peserta sebagai bahan diskusi untuk meningkatkan efektivitas, strategi, dan koordinasi antara stakeholder untuk menghasilkan percepatan dan pemberantaan pembangunan di daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa menambahkan aspek pertahanan di wilayah,” jelas Mayjen Joko.
Foto : GPriority/Nindya Farhah Azzahrah
