Ratusan Pendukung Pro-Palestina di New York City Desak Perayaan Natal Dibatalkan, 6 Orang Ditangkap

Penulis : Nindya Farhah A. | Editor : Dimas A Putra | Foto : James Keivom

Jakarta, GPriority.co.id – Ratusan pendukung Pro-Palestina di New York City, Amerika Serikat berkumpul di hari Senin (25/12) dan menyuarakan pembatalan natal di daerah MidTown.

Sekitar 500 anggota demonstran memadati wilayah MidTown dan mengerumuni Pohon Natal Rockefeller Center, sambil meneriakkan kalimat “Hidup Intifada” yang bermakna ‘Pemberontakan’ dalam Bahasa Arab.

Para demonstran yang melakukan unjuk rasa itu juga meneriakan kalimat, “Tidak ada kegembiraan dalam Genosida,” yang berarti mereka menentang keras terhadap perbuatan kaum Yahudi yang terus menerus menyerang muslim di Palestina.

Dalam insiden tersebut, terjadi juga perkelahian di luar Katedral St. Patrick. Sejumlah polisi kewalahan hingga berlari melewati massa.

Selain itu, terdapat 6 orang yang ditangkap pada insiden ini. 4 orang ditangkap karena tidak patuh terhadap tata tertib, 1 orang ditangkap karena melakukan pengancaman, dan 1 orang lainnya ditangkap karena melakukan vandalisme graffiti.

6 orang yang tertangkap tersebut didapati pada wilayah Stasiun Grand Central dan Union Square. Disisi lain, puluhan orang pendukung Pro-Palestina juga banyak yang bertahan demi mengibarkan bendera Palestina.

Bahkan para pendukung Pro-Palestina ini juga menempelkan stiker dengan tulisan “Zionisme adalah Terorisme” dan “Bebaskan Palestina”, serta selebaran bertuliskan “Dibunuh Oleh Israel” di sekitar Kawasan Holiday Market, Union Square.

Tak hanya sampai disitu, mobil karavan milik para pendukung Pro-Israel juga menyerang para penyanyi yang tampil saat malam natal di Washington Square Park, pada Minggu malam (24/12).