Resmi! Gunakan APBN, Pemerintah Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny

Kondisi Ponpes Al Khoziny usai insiden ambruk pada Senin, 29 September 2025 lalu/Foto : Dok. BPBD Kabupaten Sidoarjo Kondisi Ponpes Al Khoziny usai insiden ambruk pada Senin, 29 September 2025 lalu/Foto : Dok. BPBD Kabupaten Sidoarjo

Sidoarjo, GPriority.co.id – Pemerintah resmi akan membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang runtuh serta menewaskan hingga puluhan santri.

Dilansir dari laporan ANTARA pada Kamis (9/10), Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan jika bangunan lama Ponpres Al Khoziny tidak akan diperbaiki sebagian, melainkan akan dibongkar total serta diganti dengan gedung baru yang lebih terjamin keamanannya.

Dody melanjutkan, pembangunan tersebut nantinya akan menggunakan APBN. Namun tak menutup kemungkinan akan dibantu oleh pihak swasta. Walaupun Kemenag yang biasanya turun tangan untuk urusan pesantren, namun kali ini Kementerian PU juga akan turut andil karena keadaan yang sudah darurat.

“Kalau soal anggaran, Insya Allah cukup lah. Insya Allah cuma dari APBN. Tapi tidak menutup kemungkinan juga ada bantuan dari swasta. Cuma untuk sementara waktu dari APBN,” jelasnya.

Senada dengan Dody, Menko Pemberdayaan Masyarakat (PMK) Muhaimin Iskandar juga mengumumkan pembukaan layanan hotline khusus bagi masyarakat untuk melaporkan bangunan sekolah maupun pesantren yang berpotensi ambruk.

“Kita buka hotline. Nanti dikasih tahu nomornya. Tolong disampaikan kepada masyarakat, pesantren-pesantren yang rawan, konsultasi dengan hotline,” ujar Cak Imin dalam konferensi pers bersama Menteri PU pada Selasa (7/10) lalu.

Jika ditarik mundur, kejadian rubuhnya Ponpes Al Khoziny berlangsung pada 29 September 2025 lalu. Musholla lantai tiga di ponpes tersebut runtuh saat ratusan santri sedang salat berjamaah. Tim SAR gabungan yang ditugaskan telah mengevakuasi seluruh korban. Laporan menyebut, 67 santri meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Sementara itu, perwakilan Ponpes Al Khoziny, KH M. Zainal Abidin menyampaikan duka mendalam atas wafatnya puluhan santri dalam tragedi tersebut. Ia meyakini jika para santri meninggal dunia dalam keadaan mulia karena wafat dalam keadaan sedang menuntut ilmu dan tengah melaksanakan ibadah salat.

Zainal turut menyampaikan permohonan maaf atas nama keluarga besar serta pengurus ponpes kepada berbagai pihak, terutama bagi keluarga korban. Ia berharap, musibah ini dapat menjadi pembelajaran juga pengingat bagi semua pihak untuk terus memperbaiki diri.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, mewakili keluarga ndalem (pengasuh ponpes) manakala kami belum bisa memberikan pelayanan kepada santri secara maksimal,” ungkapnya.