Jakarta, GPriority.co.id – KPU resmi mengumumkan terpilihnya Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia yang baru. Setelah mendengar kabar tersebut, para pendukung pun bersorak gembira merayakan dan memberikan selamat atas kemenangan pasangan nomor urut 2 tersebut. Tak terkecuali juga, dari pihak Menlu AS.
“Kami menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Presiden Terpilih Indonesia. Kami memberikan tepuk tangan kepada masyarakat Indonesia atas partisipasi dan komitmen mereka terhadap demokrasi dan supremasi hukum,” ujar Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Vedant Patel, dikutip dari laman resmi RRI pada Kamis (21/3).
Dalam kesempatan tersebut, Patel juga turut merespon persoalan mengenai hubungan diplomatik AS-Indonesia. Dikarenakan, Prabowo sempat dilarang masuk AS karena riwayat dugaan pelanggaran HAM.
“Dalam hubungan bilateral apapun yang kita miliki dengan negara-negara di dunia, kita (AS), ketika khawatir mengenai HAM. Atau pelanggaran lainnya, kita selalu menyampaikan hal tersebut,” ucap Patel.
Berdasarkan keterangan Patel, AS akan terus melanjutkan kerjasama dengan Indonesia. Terutama dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Indonesia dan Amerika Serikat (AS), diketahui telah menjalin hubungan diplomatik selama 75 tahun, terkait demokrasi dan pluraslisme.
“Kami akan bekerja sama untuk mewujudkan masa depan warga negara kami dengan lebih baik. Dan kami berharap dapat terus terlibat dalam hal ini bermitra dengan presiden terpilih dan pemerintahannya,” katanya.
Selain itu, Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken, juga turut memberikan ucapan selamat kepada Prabow. Ucapan selamat ini disampaikan setelah pengumuman resmi KPU keluar.
“Kami menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto atas kemenangannya,” tulis Blinken dalam sebuah keterangan resminya.
Foto : Kemenhan
