Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur Kalimantan (Kaltim) Timur Rudy Mas’ud resmi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2025–2030. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII APPSI yang digelar pada Kamis (23/10).
Rudy menggantikan Gubernur Jambi Al Haris, yang sebelumnya memimpin organisasi tersebut. Munas kali ini mengusung tema “Menjaga Integritas Pemerintahan Daerah yang Bersih dan Kreatif”.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum, Rudy menegaskan bahwa amanah ini merupakan bentuk kepercayaan besar untuk memperkuat peran pemerintah provinsi di seluruh Indonesia.
“Amanah ini bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar untuk memajukan seluruh provinsi di Indonesia dan menjaga persatuan nasional,” ujarnya.
Sebagai nahkoda baru APPSI, Rudy memaparkan tiga fokus utama program kerja yang akan menjadi prioritas dalam masa kepemimpinannya.
Fokus pertama adalah memperkuat sinergi pusat dan daerah. Ia menegaskan bahwa APPSI akan berperan sebagai wadah koordinasi strategis, bukan sekadar forum komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Menurutnya, kebijakan yang efektif harus lahir dari kolaborasi nyata, terutama yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Fokus kedua, meningkatkan peran suara daerah dalam proses perumusan kebijakan nasional. Rudy menyoroti pentingnya APPSI memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan, termasuk terkait pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Alokasi Umum (DAU).
“Kita tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga menawarkan solusi demi kepentingan daerah,” tegasnya.
Sementara fokus ketiga adalah penguatan kolaborasi antarprovinsi dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebagai Gubernur Kalimantan Timur, Rudy menyatakan kesiapan daerahnya menjadi motor kolaborasi nasional seiring pembangunan IKN yang terus berjalan.
Untuk itu, Rudy mengajak seluruh gubernur di Indonesia untuk menjadikan APPSI sebagai wadah yang benar-benar berdampak bagi kemajuan daerah.
“Mari jadikan APPSI bukan sekadar simbol, tetapi kekuatan yang menggerakkan Indonesia menuju kemajuan dan kemandirian,” ucapnya.
