Salut! Paus Fransiskus Hadiahkan Popemobile bagi Anak-Anak Palestina

Salut! Paus Fransiskus Hadiahkan Popemobile Untuk Anak-Anak Palestina Salut! Paus Fransiskus Hadiahkan Popemobile Untuk Anak-Anak Palestina

Jakarta, GPriority.co.id – Meski telah meninggal dunia pada 21 April 2025 lalu, kebaikan Paus Fransiskus terus dikenang hingga saat ini salah satunya dengan menghadiahkan Popemobile bagi anak-anak di Palestina.

Pada tahun terakhir hidupnya, Paus Fransiskus diketahui menjalin ikatan khusus dengan masyarakat Gaza, khususnya komunitas Kristen kecil yang tinggal di sana. Sebagai tanda perpisahan sebelum meninggal dunia usia 88 bulan lalu, ia meninggalkan sesuatu yang tak terduga tetapi sangat berarti, yaitu mobil paus tuanya yang bernama Popemobile.

Popemobile merupakan kendaraan modifikasi khusus yang digunakan Paus acara dan ketika tampil dihadapan publik. Paus telah meminta kelompok bantuan Katolik Caritas untuk mengubah kendaraan tersebut, yang pertama kali digunakan selama kunjungannya ke Tepi Barat 2014, menjadi klinik keliling bagi anak-anak Palestina.

Proyek yang diberi nama ‘Kendaraan Harapan’ tersebut mendapat restu penuh darinya dan menurut surat dari pejabat tinggi Vatikan pada November 2024, ia berdoa agar proyek tersebut berhasil.

Peter Brune, Sekretaris Jenderal Caritas Swedia, menjelaskan dalam siaran pers bahwa klinik tersebut akan membantu menjangkau anak-anak yang saat ini tidak memiliki akses ke perawatan medis yang layak, banyak dari mereka yang terluka atau menderita kekurangan gizi.

“Ini adalah upaya nyata yang menyelamatkan nyawa. Ini sangat penting, terlebih mengingat sekarang sistem perawatan kesehatan Gaza tidak berfungsi dengan baik,” ujar Peter.

Paus Fransiskus Hanya Punya Rp1,6 Juta Akhir Hidupnya

Semasa hidup, Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok yang hangat, bersahaja, serta sederhana. Bahkan disaat dirinya dapat dengan mudah mendapatkan berbagai fasilitas mewah, dirinya justru lebih memilih menggunakan barang-barang sederhana.

Kesederhanaan hidupnya terus ia jalankan, hingga saat meninggal dunia, Paus Fransiskus dilaporkan hanya memiliki harta 100 dolar AS (sekitar Rp 1,6 juta) atas namanya. Ia juga tidak memiliki harta benda, tidak memiliki rekening bank pribadi, dan tidak memiliki investasi. Meskipun ia berhak menerima gaji tahunan sekitar 340.000 euro (sekitar Rp 6,5 miliar), ia tidak pernah menerima sepeser pun dari gaji tersebut.

Paus Fransiskus lebih memilih untuk menyumbangkan uang tersebut atau mengalokasikannya tujuan lain. Selain itu, dalam permintaan terakhirnya yang disampaikan melalui surat wasiat spiritual yang dikeluarkan setelah kematiannya, Paus Fransiskus meminta pemakaman sederhana di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, berbeda dari tempat peristirahatan terakhirnya di Basilika Santo Petrus. Ia juga meminta agar namanya ditulis hanya sebagai Francis, tanpa gelar kepausan apa pun, juga agar biaya pemakamannya ditanggung oleh seorang dermawan anonim.

Editor: Novita Intan

Foto : Dok. France 24