Sekjen PBB: Kita Perlu Reformasi Arsitektur Keuangan Global

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editpr: Lina F | Foto: Aflaha Rizal Bahtiar

Jakarta, GPriority.co.id— Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkaan terkait ambisi yang diperlukan di semua bidang, juga dukungan dan sumber daya untuk mengatasi kesenjangan dan menangani krisis iklim.

“Kita perlu reformasi arsitektur keuangan globar agar dapat mewakili realitas ekonomi dan poltik saat ini, juga responsif terhadap kebutuhan negara-negara berkembang,” ungkapnya dalam Press Conference di Media Center Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (7/9).

Di sisi lain, Sekjen PBB tersebut juga menyebutkan terkait kebutuhan gerakan Bretton Woods yang baru.

Lebih lanjut, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan diperlukan peningkatan lukuiditas dengan menyalurkan pendapatan 100 miliar Special Drawing Rights ke bank pembangunan multilateral dengan menggunakan model yang diusul oleh African Development Bank dan IDB.

“Hal ini akan memungkinkan penggandaan sumber daya setidaknya sebesar lima perempat, dan kita memerlukan stimulus Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDG dan setidaknya 500 miliar dana ada di sini untuk membantu menyelamatkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan dalam SDGs sempat mengalami kemunduruan, hanya saja ini menjadi contoh dalam membangun kekuatan.

“Untungnya, kita mengalami kemunduran dalam semua upaya dan hal ini sebagai upaya untuk memberi contoh kepada dunia sebagai kekuatan ekonomi ramah lingkungan gobal, dan transisi energi yang berkelanjutan, inklusif, dan adil,” tutupnya.