Jakarta, GPriority.co.id – Orang Majus (atau Magi) adalah sekelompok orang yang berasal dari Timur Tengah, sering disebut dalam tradisi Kristen sebagai tiga orang bijak yang datang untuk memberi penghormatan kepada bayi Yesus setelah kelahiran-Nya di Bethlehem. Mereka disebut sebagai “Majus” dalam Injil Matius 2:1-12.
Dalam konteks sejarah, Majus merujuk pada para ilmuwan, ahli nujum, atau pemuka agama dari Persia (sekarang Iran). Mereka dikenal karena pengetahuan mereka dalam astronomi dan astrologi. Dalam kisah kelahiran Yesus, mereka mengikuti bintang yang diyakini sebagai tanda kelahiran Raja baru, dan membawa hadiah berupa emas, kemenyan, dan mur.
Secara umum, dalam tradisi Kristen, istilah “Majus” merujuk pada orang-orang yang bijaksana dan terpelajar yang datang dari luar Israel untuk menyaksikan kelahiran Mesias.
Orang Majus sering dikaitkan dengan tradisi Persia atau sekarang Iran, dimana mereka adalah sekelompok pemimpin agama yang memiliki peran penting dalam budaya dan pemerintahan. Dalam tradisi Persia Kuno, mereka mungkin berasal dari kasta Zoroastrianisme, agama kuno yang didirikan oleh Zoroaster (atau Zarathustra), yang mengajarkan tentang dualisme antara kebaikan dan kejahatan serta pentingnya memilih jalan yang benar.
Kisah orang Majus dalam Alkitab tidak hanya memperlihatkan aspek spiritual dan teologis, tetapi juga mencerminkan hubungan antara bangsa-bangsa dan pengakuan terhadap Yesus sebagai Raja yang lebih besar dari hanya bangsa Israel.
Dalam banyak interpretasi Kristen, kedatangan orang Majus menunjukkan bahwa kelahiran Yesus adalah peristiwa universal yang melampaui batas-batas etnis dan budaya. Hadiah yang mereka bawa — emas, kemenyan, dan mur — sering dipahami sebagai simbol dari pengakuan terhadap berbagai aspek identitas Yesus.

“Emas untuk kemuliaan-Nya sebagai Raja, kemenyan untuk penghormatan-Nya sebagai Tuhan dalam keimanan Kristen, dan mur untuk penderitaan-Nya sebagai manusia yang akan mati”
Selain itu, dalam seni dan tradisi Kristen, orang Majus digambarkan sering kali sebagai tiga individu, meskipun Alkitab tidak menyebutkan jumlah mereka secara pasti. Mereka biasanya digambarkan dengan berbagai latar belakang etnis — satu dengan kulit putih, satu dengan kulit hitam, dan satu lagi dengan kulit berwarna — yang mencerminkan keragaman umat manusia yang datang untuk mengakui Yesus sebagai Raja.
Dalam beberapa tradisi, orang Majus ini juga diberi nama Kaspar, Melchior, dan Balthazar. Nama-nama ini muncul dalam tradisi gereja dan tidak disebutkan dalam Alkitab, tetapi sudah menjadi bagian dari legenda yang berkembang seiring waktu.
Perayaan kedatangan orang Majus juga menjadi bagian dari kalender liturgi Kristen, khususnya pada hari raya Epifani, yang dirayakan pada tanggal 6 Januari, untuk memperingati penampakan Yesus kepada dunia, termasuk orang Majus.
Foto : Istimewa
