Sidang Kabinet Paripurna 1 Tahun Pemerintahan, Prabowo Isyaratkan Retret Kedua

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10)/Foto Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10)/Foto Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden

Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10), bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahannya.

Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa syukur dapat berkumpul bersama jajaran Kabinet Merah Putih setelah satu tahun memimpin pemerintahan.

Pada kesempatan itu, Prabowo mengenang masa retret para menteri di Magelang sesaat setelah pelantikan kabinet. Ia bahkan mengaku tengah mempertimbangkan untuk kembali mengadakan retret serupa pada tahun kedua pemerintahannya.

“Karena itu saya kira tepatlah kita berkumpul untuk melihat apa yang sudah kita kerjakan selama satu tahun ini. Tentunya saya dilantik tanggal 20, 21 saya melantik saudara-saudara, kemudian tanggal 22 saya melantik para wakil. Setelah itu, kita langsung berangkat ke Magelang untuk retret. Saya sedang berpikir, mungkin setelah satu tahun perlu juga retret lagi. Rupanya saudara-saudara bernostalgia ingin tinggal di tenda lagi,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan peserta sidang, sebagaimana disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/10). 

Prabowo mengapresiasi kerja keras seluruh anggota kabinetnya sepanjang satu tahun terakhir. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang berasal dari latar belakang, daerah, dan partai politik yang beragam. 

“Saya berterima kasih kepada saudara-saudara yang berasal dari berbagai daerah, suku, agama, dan partai politik. Ada yang sejak awal berjuang bersama kita di koalisi, ada pula yang kemudian bergabung karena terpanggil. Intinya, saya berterima kasih,” ucapnya. 

Presiden kemudian mengibaratkan Kabinet Merah Putih seperti tim sepak bola, di mana dirinya berperan sebagai manager coach, sementara para menterinya merupakan para pemain yang berjuang di lapangan. 

“Saudara-saudara, ada dalam babak-babak pertama ini, awal-awal kita, ada yang bertahan, ada yang cadangan masih menunggu kapan diperankan secara maksimal. Walaupun saya mengerti saudara-saudara sudah mengambil inisiatif, sudah bergerak masing-masing, saya terima kasih. Tapi saya paham ada yang saya gunakan pertama-tama sebagai striker untuk merebut hasil terbaik dengan cepat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga para anggota kabinet karena sering kali mengganggu waktu istirahat mereka. Ia mengaku kerap menghubungi para menteri di luar jam kerja ketika teringat sesuatu hal penting. 

“Sepertinya di kabinet kita tidak ada tanggal merah, dan saudara-saudara sigap, setiap waktu saya panggil saudara hadir. Sabtu, Minggu, malam-malam, dan kadang-kadang saya telepon malam-malam sekali atau pagi-pagi sekali saudara langsung jawab. Terima kasih. Karena memang kalau saya sedang teringat sesuatu, saya harus hubungi segera begitu, takut saya lupa,” ucapnya. 

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kerja keras kabinet selama ini telah menghasilkan capaian yang nyata dan dirasakan masyarakat. 

“Saya kira kita bisa berdiri depan rakyat kita, saya kira rasa penuh kehormatan dan  kepercayaan diri. Kita telah bekerja keras, tapi kita telah menghasilakn hal-hal yang dirasakan oleh rakyat,” pungkas Prabowo.