Jakarta, GPriority.co.id – Isu reshuffle kabinet merah putih mencuat setelah 100 hari masa kerja pemerintahan Presiden Prabowo. Presiden Prabowo menegaskan akan mencopot menteri yang tidak bekerja bagi kepentingan rakyat Indonesia.
“Jadi begini, kiita ingin rakyat menuntut pemerintah yang bersih, yang bekerja dengan benar. Jadi saya ingin tegakkan itu ya. Jadi kepentingan hanya bangsa dan rakyat. Tidak ada kepentingan lain. Yang tidak mau benar-benar bekerja untuk rakyat, ya saya akan singkirkan,” tegas Presiden Prabowo seperti dilansir dari YouTube Berita Satu, Jumat (7/2).
Presiden Prabowo pun menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Sontak, pernyataannya ini memicu spekulasi mengenai kemungkinan perombakan kabinet meskipun hingga saat ini belum ada kepastian kapan hal ini akan benar-benar dilakukan dan menteri apa saja yang akan terdampak.
Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 yang diumumkan pada 20 Oktober 2024 terdiri dari 109 pejabat, diantaranya menteri, wakil menteri, kepala badan, serta kepala lembaga setingkat menteri. Dengan jumlah yang lebih besar, reshuffle dinilai dapat menjadi opsi untuk memastikan efektivitas pemerintahan sesuai visi Prabowo-Gibran, yang digaungkan sejak awal.
Adapun dilansir dari data Celios, berikut ini lima menteri dengan kinerja terburuk pada Kabinet Merah Putih sebagai berikut
1. Natalius Pigai, Menteri HAM (Skor -113 poin)
2. Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi (Skor -61 poin)
3. Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM (Skor -41 poin)
4. Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan (Skor -36 poin)
5. Yandri Susanto, Menteri Desa (Skor -28 poin).
Rocky Gerung Desak Prabowo Reshuffle Kabinet

Usai kabar reshuffle menteri Kabinet Merah Putih ramai, Pengamat Politik Rocky Gerung membuka suara dan mendesak Presiden Prabowo dapat segera reshuffle kabinet. Rocky menegaskan langkah ini diambil agar pemerintahan Prabowo dapat berbeda dari pemerintahan presiden sebelumnya.
“Selama Pak Prabowo di belakangnya masih ada figur seperti Jokowi, atau bahkan anaknya, maka legitimasinya itu menjadi dipertanyakan. Sebagai kepala pemerintahan, presiden wajib mendengarkan keinginan rakyat, yaitu ambil jarak dari kekuasaan sebelumnya,” tegas Rocky seperti dilansir dari saluran YouTube pribadinya, Rocky Gerung Official.
Foto : Presiden RI
