Jakarta, GPriority.co.id – Smart Energy Indonesia 2025 merupakan pameran terlengkap untuk industri jaringan cerdas dan energi terbarukan di Indonesia. Berbagai proyek energi hijau seperti tenaga air, tenaga angin, tenaga hidrogen, biofuel, dan masih banyak lagi tersedia pada pameran ini.
Hadir kembali dalam edisi ke-3, Smart Energy Indonesia 2025, bersama dengan Solartech Indonesia 2025, Smart Home+City Indonesia 2025, Battery & Energy Storage Indonesia 2025, dan INALIGHT 2025 memiliki target mendatangkan 1000 perusahaan peserta pameran dan lebih dari 25.000 pengunjung industri dalam 3 hari.
Pameran-pameran ini akan diselenggarakan pada 23 – 25 April 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Â Smart Energy Indonesia 2025 akan menjadi kesempatan emas bagi para profesional untuk memperluas jaringan bisnis, membahas masalah bisnis, dan menemukan informasi terkini tentang jaringan pintar dan industri energi terbarukan.
Pameran-pameran tersebut hadir setelah Pemerintah Indonesia menetapkan target Bauran Energi Terbarukan sebesar 17-19% pada tahun 2025 dan sekitar 70% pada tahun 2060.
Menjadi Agenda Serius Pemerintah Indonesia
Pengembangan berbagai jaringan pintar dan energi terbarukan telah menjadi agenda serius bagi pemerintah Indonesia seiring dengan upaya negara ini untuk menjadi negara yang hijau dan berkelanjutan.
Melihat potensi energi terbarukan Indonesia, Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) memperkirakan bahwa Indonesia akan membutuhkan investasi senilai USD 16 miliar untuk proyek energi terbarukan setiap tahun.
Selain itu, terdapat juga investasi sebesar USD 5 miliar untuk proyek jaringan pintar guna mendukung berbagai produksi energi hijau. Oleh karena itu, permintaan pasar untuk jaringan pintar di Indonesia diperkirakan akan meningkat di masa mendatang.
Salah satu energi terbarukan yang akan dimanfaatkan Indonesia adalah Hidrogen Hijau. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Indonesia memiliki potensi permintaan hidrogen hijau yang besar, yang mencakup berbagai sektor, termasuk listrik, transportasi, kilang industri, dan gas kota. Pada tahun 2030, Indonesia diharapkan mulai berpartisipasi dalam pasar perdagangan hidrogen global.
Foto : GPriority/Nindya Farhah Azzahrah
