Spanyol Izinkan Kapal Pesiar MV Hondius Berlabuh di Canary

Ilustrasi kapal pesiar MV Hondius/Foto : Dok. Istimewa Ilustrasi kapal pesiar MV Hondius/Foto : Dok. Istimewa

Spanyol, GPriority.co.id – Pemerintah Spanyol mengizinkan kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus untuk berlabuh di Kepulauan Canary setelah kapal tersebut sempat tertahan di lepas pantai Cape Verde akibat kekhawatiran kesehatan masyarakat.

Keputusan itu diambil setelah adanya koordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan Uni Eropa terkait penanganan penumpang serta kru kapal.

Dilansir dari laporan Al Jazeera, kapal ekspedisi milik operator Belanda Oceanwide Expeditions tersebut membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari berbagai negara.

MV Hondius sebelumnya melakukan pelayaran dari Ushuaia, Argentina, menuju Antartika dan beberapa pulau terpencil di Atlantik Selatan sebelum wabah terdeteksi di atas kapal.

Lebih lanjut,  hingga saat ini wabah hantavirus di kapal itu telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan sedikitnya lima kasus terkonfirmasi maupun suspek. Virus yang ditemukan disebut sebagai varian Andes, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia meski kasusnya sangat jarang terjadi.

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan bahwa pihaknya menerima permintaan WHO untuk membantu proses penanganan medis dan repatriasi penumpang karena Cape Verde dinilai tidak memiliki kapasitas memadai untuk menangani situasi tersebut.

Dalam pernyataannya, pemerintah Spanyol menegaskan bahwa operasi dilakukan dengan protokol kesehatan ketat dan pengawasan internasional.

Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan kapal tersebut diperkirakan tiba di Tenerife, Kepulauan Canary, dalam beberapa hari. Ia juga menegaskan bahwa para penumpang yang masih berada di kapal tidak menunjukkan gejala serius.

“Mereka yang masih berada di kapal tidak menunjukkan gejala penyakit,” ujar Garcia dikutip dari laporan Reuters.

Namun keputusan pemerintah pusat Spanyol memicu penolakan dari pemerintah daerah Kepulauan Canary. Presiden Kepulauan Canary Fernando Clavijo mengkritik keputusan Madrid dan menilai wilayahnya tidak memperoleh informasi teknis yang cukup mengenai risiko kesehatan yang mungkin timbul.

Dalam pernyataannya kepada media Spanyol, Clavijo mengatakan dirinya tidak akan “membahayakan keselamatan penduduk Canary secara membabi buta” dengan mengizinkan penumpang turun tanpa jaminan keamanan yang jelas. Ia juga meminta pemerintah pusat memberikan penjelasan rinci mengenai langkah mitigasi yang akan diterapkan selama kapal berada di wilayah Canary.

Meski mendapat penolakan dari otoritas lokal, pemerintah Spanyol tetap mempertahankan keputusan tersebut dengan alasan kemanusiaan dan kewajiban hukum internasional. Dalam laporan Cadena SER, otoritas kesehatan Spanyol menyatakan bahwa negara memiliki “kewajiban moral dan hukum untuk membantu orang-orang ini.”

Pemerintah Spanyol menyebut proses karantina dan pemeriksaan kesehatan akan dilakukan secara ketat setibanya kapal di Tenerife. Penumpang asal Spanyol juga direncanakan dipindahkan ke rumah sakit militer di Madrid untuk menjalani pemantauan lebih lanjut.