Jakarta, GPriority.co.id – Bali dilaporkan siap membangun bandara raksasa senilai Rp50 triliun. Pembangunan bandara tersebut tak menggunakan APBN.
Usai terhenti selama 9 tahun lamanya, pembangunan Bandara Bali Utara kini mendapat kepastian. Diakui oleh Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko, groundbreaking pembangunan Bandara Bali Utara tersebut akan berlangsung pada 2025.
Bukan hanya sekadar membangun terminal internasional, Pemprov Bali juga akan mengembangkan kawasan aerotropolis dan aerocity. Nantinya dua kawasan tersebut akan terkoneksi langsung dengan jaringan tol, dan menciptakan ekosistem ekonomi terpadu di daerah Bali Utara.
Memiliki nilai investasi sebesar Rp50 triliun, lokasi Bandara Bali Utara ini akan dibangung di atas lahan adat seluas 420 hektare. Pembangunan fisik ditargetkan berjalan mulai tahun ini.
Pembangunan tersebut dibagi menjadi beberapa fase. Fase pertama berjalan pada 2025-2027, yaitu membangun satu runway sepanjang 3,6 km dengan target operasional pada akhir 2027.
Sedangkan fase lengkap akan dibangun tiga runway , dengan waktu pembangunan lima tahun. Adapun nilai investasi sebesar Rp50 triliun dihasilkan dari investor asal China, dan telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029.
Nantinya, Bandara Bali Utara ini diprediksi dapat menciptakan lebih dari 200 ribu lapangan pekerjaan, dan dapat memperkuat konektivitas udara di wilayah Bali.
Dengan adanya bandara tersebut, diharapkan juga dapat mendistribusikan pertumbuhan ekonomi di Bali yang selama ini terpusat di wilayah Bali Selatan.
Foto : Dok. CGarchitect
