Jakarta, GPriority.co.id – Muhammadiyah siap melebarkan sayap pada ekosistem keuangan syariah nasional. Didukung oleh OJK, Bank Syariah Muhammadiyah siap meluncur dalam waktu dekat.
Dian Ediana Rae selaku Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK membenarkan hal tersebut, sekaligus mengonfirmasi jika izin pendirian Bank Syariah Muhammadiyah akan segera keluar dalam waktu dekat.
“Sudah mau keluar izinnya. Tidak lama. Mungkin dalam sebulan ini (sudah keluar),” ujarnya pada Senin (30/6) kemarin.
Dengan kehadiran Bank Syariah Muhammadiyah, diharapkan nantinya Muhammadiyah dapat memperkuat kehadiran keuangan syariah nasional serta turut berkontribusi di sektor ekonomi tanah air.
Sebagai langkah awal Dian menegaskan jika pihak Muhammadiyah akan terlebih dahulu mengoperasikan BPRS sebagai prototipe, sebelum nantinya mengembangkan bisnis yang lebih luas di dunia perbankan.
“BPRS akan menjadi prototipe. Nanti baru bergerak ke arah bank komersial besar. Sedang kita pikirkan,” jelas Dian melanjutkan.
Dian menambahkan, langkah ini mempermudah Muhammadiyah dalam menentukan arah pengembangan Bank Muhammadiyah Syariah nantinya. Tentu dengan berpedoman pada karakteristik organisasinya yang berbasis komunitas.
Pihak OJK pun memberikan ruang untuk Muhammadiyah dalam mengembangkan sistem perbankan yang tetap berpegang teguh dengan nilai-nilai syariah, namun tetap memenuhi kebutuhan umat.
Sebagai informasi, kini terdapat 5 bank syariah terbesar di Indonesia, dilihat dari besaran aset (per 31 Desember 2024). Diantaranya BSI (dengan aset Rp408,41 triliun), dilanjutkan CIMB Niaga Syariah (Rp62,67 triliun), BTN Syariah (61 triliun), Bank Muamalat (Rp59,9 triliun), serta Maybank Syariah (42,96 triliun).
Dengan kehadirannya nanti, mampukah Bank Syariah Muhammadiyah masuk atau bahkan menyalip peringkat tersebut?
Foto : Dok. Muhammadiyah
