Gunung Rinjani Diulas Buruk, Netizen Indonesia Gantian Beri Bintang 1 Untuk Hutan Amazon

Gunung Rinjani Diulas Buruk, Netizen Indonesia Gantian Beri Bintang 1 Untuk Hutan Amazon Gunung Rinjani Diulas Buruk, Netizen Indonesia Gantian Beri Bintang 1 Untuk Hutan Amazon

Jakarta, GPriority.co.id – Usai Gunung Rinjani mendapat ulasan buruk dari netizen Brasil, kini gantian netizen Indonesia yang memberi bintang 1 untuk Hutan Amazon.

Perang ulasan buruk ini terjadi karena tragedi pendaki asal Brasil yang jatuh ke jurang saat mendaki Gunung Rinjani. Setelah lima hari pencarian dan penyelamatan, tim Basarnas akhirnya menemukan Juliana Marins.

Juliana ditemukan pada Rabu (25/6), sekitar 600 meter di kawasan Cemara Nunggal, sepanjang jalan setapak menuju Segara Anak. Namun sayangnya, ia tak selamat saat terjatuh.

Proses evakuasi memakan waktu sekitar enam jam, dimulai pukul 8 pagi hingga 2 siang. Jenazah Juliana Marins kemudia dibawa menyusuri jalur pendakian Sembalun dan baru tiba di posko sekitar pukul 8 malam.

Menurut keterangan dari Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii, tim Basarnas harus menarik jenazah menggunakan tali, dan kemudian membawanya turun dengan tandu.

Jenazah Juliana dibawa ke RS Bhayangkara Mataram, sebelum diterbangkan ke Brasil. Banyak netizen Brasil yang mengkritik pihak taman nasional karena bertindak lalai, hingga tak sigap menyelamatkan korban.

Setelah netizen Brasil beramai-ramai memberi rating bintang 1 kepada Gunung Rinjani di Google Maps, netizen Indonesia membalas hal yang sama untuk Hutan Amazon.

Terpantau, netizen Indonesia membanjiri kolom ulasan Hutan Amazon dengan komentar sindiran, namun dengan kalimat humor.

“Banyak hewan berbahaya”
“Spot mancing kurang bagus, bukan umpan yang dimakan tapi saya yang dimakan”
“Nyari warteg susah dimari”

Begitulah ulasan dengan kalimat humor yang diberikan oleh netizen Indonesia untuk Hutan Amazon. Perang digital antara netizen Indonesia dan netizen Brasil ini dinilai dapat berdampak pada reputasi destinasi wisata lewat dunia maya.

Foto : Dok. Amazon Frontlines