Teka Teki Jatuhnya Embraer 190 AZAL

Jakarta, Gpriority.co.id – Untuk kesekian kalinya pesawat jenis Embraer 190 mengalami kecelakaan. Kali ini melibatkan pesawat milik Azerbaijan Airlines (AZAL). Ditengah praduga jatuhnya Embraer 190 AZAL, pesawat ini diklaim aman di kelasnya.

Pada Rabu (25/12), Embraer 190 AZAL mengalami kecelakaan saat dalam penerbangan Baku-Grozny. Pesawat yang membawa 67 orang saat jatuh di dekat kota Aktau, Kazakhstan, setelah keluar rute yang seharusnya karena alasan yang tidak diketahui. Dari 67 penumpang, 38 diantaranya tewas.

Para pejabat Azerbaijan mengatakan penyelidikan awal menemukan dugaan bahwa rudal darat-ke-udara Rusia sebagai penyebab jatuhnya Embraer 190 AZAL.

Namun laporan lainnya menyebut bahwa kecelakaan terjadi setelah pesawat bertabrakan dengan kawanan burung. Tersiar kabar pula jika pesawat ini sempat dialihkan ke Makhachkala di wilayah Dagestan, Rusia, karena kabut tebal yang mengganggu jalur penerbangan.

Satu hal yang pasti juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan jika terlalu dini dan salah untuk membuat hipotesis apa pun sebelum kesimpulan investigasi. Ketegasan Kremlin ditujukan kepada semua pihak untuk tidak membuat hipotesis dini.

Sebagai informasi, AZAL pernah memesan empat unit Embraer 190 pada 2013. Pesawat ini merupakan keluarga seri E-Jets buatan manufaktur pesawat Brazil. Sejumlah kecelakaan pernah melibatkan seri E-Jets di dunia. Diantaranya melibatkan maskapai Aeroméxico Connect Flight 2431, Air Astana Flight 1388, Air Serbia Flight 324, Alaska Airlines Flight 2059, Henan Airlines Flight 8387, LAM Mozambique Airlines Flight 470 serta Tianjin Airlines Flight 7554.

Kecelakaan mencolok yang melibatkan Embraer 190 Air Astana pada 2018 dimana saat itu mengalami masalah kendali di atas Portugal akibat cuaca buruk yang berujung hilangnya kendali dalam waktu yang lama dan sistem autopilot gagal berfungsi. Pilot akhirnya mengumumkan keadaan darurat dan mendaratkan pesawat secara manual. Hasil investigasi menyebut kabel aileron telah dipasang secara tidak benar. Embraer 190 milik Air Astana itu pun dipensiunkan karena mengalami kerusakan.

Menurut Ricardo Meier dari Air Data News, Embraer 190 sesungguhnya termasuk pesawat yang aman di kelasnya. Sejak 2004 sudah 1800 unit Embraer 190 digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan dunia. Meier menyebut hanya dua kejadian fatal yang melibatkan pesawat jenis ini yaitu di 2010 dan 2013.

Pada 2010, Henan Airlines Flight 8387 dari Harbin ke Yichun Lindu jatuh kurang dari 1000 meter menuju runway. Kecelakaan itu menewaskan 44 dari 96 penumpangnya. Sementara pada 2013 LAM Mozambique Airlines Flight 470 jatuh di Bwabwata National Park Namibia, yang menewaskan 33 penumpangnya. Kedua kecelakaan tersebut menurut Meier, lebih dikarenakan faktor human error.

Foto : Istimewa