Tiga Kebijakan ESDM Bikin Hulu Migas Lebih Menarik

Jakarta, GPriority.co.id – Sejak tahun 2021 Kementerian ESDM telah menyempurnakan kebijakan insentif eksplorasi maupun eksploitasi migas. Disamping itu kebijakan regulasi pendukung lainnya juga tengah difinalisasi.

Langkah ESDM tersebut dipercaya akan membuat investasi migas kedepan akan semakin bergairah, utamanya gas bumi sebagai bagian dari transisi energi.

Dalam rilisnya, Minggu (9/6), Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto menjelaskan, terdapat tiga kebijakan besar yang membuat kegiatan migas lebih menarik dalam 3 tahun terakhir.

Kebijakan pertama ialah perbaikan ketentuan lelang dan kontrak blok migas. Ini mencakup antara lain, split kontraktor bisa mencapai 50%, signature bonus minimum, lelang penawaran langsung blok migas tanpa joint study, bank garansi lebih murah, dan jenis kontrak bisa gross split maupun cost recovery.

Kedua adalah kebijakan privilage eksplorasi. Kontraktor dapat memindahkan komitmen kegiatan eksplorasi ke wilayah terbuka di luar blok yang dikerjakan.

Adapun yang ketiga ialah kebijakan insentif hulu migas Keputusan Menteri ESDM Nomor 199 Tahun 2021. Kebijakan ini untuk memperbaiki keekonomian kontraktor di tengah jalan, melalui perbaikan split kontraktor, investment credit, perhitungan depresiasi dipercepat dan perbaikan parameter yang mempengaruhi keekonomian lainnya.

Sementara kebijakan/insentif yang tengah difinalisasi yakni Kebijakan Kontrak Bagi Hasil Gross Split Baru melalui Peraturan Menteri ESDM. Kebijakan lainnya yang masih dalam pembahasan yaitu Revisi PP Nomor 27/2017 dan PP Nomor 53/2017 berkaitan dengan perlakuan perpajakan pada kegiatan hulu migas.

Ariana menegaskan, dengan langkah itu pihak Kementerian ESDM telah melakukan perbaikan kebijakan maupun insentif hulu migas agar eksplorasi lebih menarik. Termasuk dengan adanya kebijakan baru, yang sedang disiapkan.

Foto: ESDM