Jakarta, GPriority.co.id-Dalam rangka meningkatkan jumlah waralaba yang berlisensi, Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) bersama Kristamedia kembali menggelar Indonesia Lisensing Expo (ILE) 2023.
Sama seperti sebelumnya, gelaran yang memasuki tahun ke-3 kembali mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Dalam konferensi pers yang digelar di Menara Batavia, Jakarta, Chief Executive Chief Executive Officer Kristamedia Pratama Daud D Salim mengatakan, ILE 2023 akan digelar di 3 tempat. Yang pertama di Grand City Surabaya (15-18 Juni), BNCC Nusa Dua Bali (7-9 September) dan puncaknya di JI EXpo Kemayoran (11-14 Oktober).
Mengenai alasan dipilihnya 3 Kota tersebut, Pratama Daud D Salim mengatakan, karena melihat dari sisi pewaralaba dan banyak brand waralaba yang mencuat. Sedangkan di Bali untuk membangkitkan Bali.
” Tak hanya itu di Surabaya produk kulinernya banyak yang sudah memiliki merk dan perlu dilisensikan. Bali juga sama. Untuk Bandung tahun depan akan dimasukkan juga ke dalam ILE karena Bandung juga memiliki waralaba yang sangat banyak sekali. Dan Jakarta sudah pasti banyak pewaralaba,” jelasnya.
Daud juga menjelaskan bahwa alasan digelarnya ILE 2023 dikarenakan Linsesi sangat penting untuk semua sektor karena memiliki pasar yang sangat besar agar semakin berkualitas baik. Contohnya kaos di Bali yang tidak bisa dicetak ulang oleh perusahaan lainnya karena memiliki lisensi.
“Industri waralaba semua payungnya adalah lisensi. Kami menargetkan ILE 2023 dikunjungi 50.000 pengunjung,” ucapnya.
Selain pameran, digelar pula seminar pengetahuan mengenai linsesi usaha. “Acara ini merupakan peluang UMKM untuk naik kelas dan melindungi produknya,” jelasnya.
Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) Susanti Widjaja mengatakan bahwa Asensi mewadahi para lisensi UMKM, IKM waralaba khusususnya merk lokal di Indonesia. “Tapi yang internasional juga masuk. Kenapa merk lokal agar lebih go internasional,” jelas Susanti.
Menutup sambutannya, Susanti mengatakan, Pameran ini diharapkan saling membantu meningkatkan ekspor dan menjadi satu wadah bagi ekshibitor dalam menawarkan lisensinya kepada investor.
“Kita juga bersyukur Pandemi sudah lepas dan offline sudah diizinkan. Oleh karena itu kami optimis ILE memenuhi target,” jelasnya.
Ketua Tim Penyuluhan Langsung dan Waralaba Distribusi Langsung dan Perdagangan Kemendag Agus Purwanto mengatakan, Pemerintah sangat konsen dengan Perkembangan waralaba di Indonesia. Untuk itu meminta Asensi dan Kristamedia untuk mendorong industri waralaba di Indonesia agar lebih menggairahkan pasca Covid-19.
” Dari data yang kami olah antara luar negeri dan dalam masih belum seimbang. Dari 937 ribu pewaralaba masih didominasi luar negeri. Untuk itu ILE 2023 diharapkan dapat mendorong pertumbuhan waralaba di Indonesia yang memiliki potensi,” jelasnya.
