Jakarta, GPriority.co.id – Penyakit maag atau GERD sering muncul akibat kebiasaan telat makan. Karena itu, banyak orang yang memiliki riwayat maag merasa khawatir saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, karena takut penyakitnya kambuh.
Umumnya, penderita maag mengantisipasi hal tersebut dengan meminum obat saat sahur maupun setelah berbuka puasa.
Lantas, apakah penderita maag perlu minum obat saat menjalankan puasa Ramadan?
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan seseorang yang memiliki riwayat maag dan ingin berpuasa dianjurkan tetap meminum obat saat sahur dan berbuka.
“Kalau kamu punya riwayat maag memang harus wajib minum obat. Minumnya pada saat sahur dan pada saat buka puasa. Tapi kalau enggak, gak perlu ya,” kata Budi, dikutip dari unggahan Instagram Kementerian Kesehatan, Kamis (5/3).
Selain itu, ia juga membagikan tiga tips agar tidak merasa begah saat menjalankan puasa.
Pertama, hindari langsung berbaring atau tidur setelah makan.
Kedua, saat berbuka puasa sebaiknya tidak langsung mengonsumsi makanan berat.
Ketiga, pilih makanan yang kaya protein serta lemak baik.
“Jadi kalau bisa secara alami kita tidak kena maag, kenapa mesti minum obat,” pungkasnya.
