Penulis : Haris | Editor : Lina F. | Foto : biro adpim Sultra |
Kendari,GPriority.co.id-Saat membuka Rakornas Ketahanan Ekonomi Sosial dan Budaya di Hotel Claro, Kendari, Selasa (11/4), Menteri Dalam Negeri M. Tito Karnavian meminta Kepala Daerah bersinergi dalam ketahanan sosial.
Tujuannya untuk mewujudkan pemilu damai, aman dan harmoni dan memberikan kesepahaman bersama terhadap berbagai kebijakan dan upaya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengatasi potensi masalah sosial di tengah masyarakat. Khususnya dalam menciptakan kondisi aman saat menyambut pesta demokrasi Pemilu tahun 2024 mendatang.
“Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, tugasnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga kewaspadaan nasional. Karena, ini masalah penting bagi bangsa. Kita liat topiknya, tema ini biasa, pasti akan membicarakan variabel. Ada dua variabel, pertama; perlunya sinergi ketahanan sosial, kedua; pemilu damai aman dan harmoni,” ungkap Menteri Tito.
Lebih lanjut dikatakan Tito, “Kenapa kita perlu melakukan sinergi dalam rangka menjaga ketahanan ekonomi sosial dan budaya. Bahwa bangsa yang besar itu plural, disparitas bersuku-suku, berbangsa-bangsa dan bermacam agama, semuanya ini pastinya sudah kita pahami,” jelasnya.
Semakin besar kelompok semakin banyak perbedaan, maka semakin besar potensi konflik yang akan terjadi. Menurutnya, berdasarkan ilmu manajemen konflik, jika mau membuat kelompok menjadi solid, maka harus mengangkat persamaan yang ada.
“Misalnya melalui tadi lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama itu akan menyatukan kita dan dasar negara kita Pancasila itu juga menyatukan kita,” kata Menteri Tito menutup sambutannya.
