Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045

Guna mencapai Visi Indonesia 2045, optimalisasi penanganan pandemi Covid-19 harus berjalan beriringan dengan strategi pembangunan termasuk melakukan transformasi ekonomi.Hal inilah yang dikatakan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa saat menyampaikan Pidato Kunci Penutup dalam Webinar 50 Tahun Nalar Ajar Terusan Budi: CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045 yang digelar daring, Rabu (4/8).

Akibat pandemi Covid-19 yang melanda tanah air sejak Maret 2020, ekonomi Indonesia yang terkontraksi di kuartal I 2021 masih berupaya bangkit, terutama agar tingkat kesejahteraan meningkat dan status Indonesia kembali menjadi upper middle income country seperti sebelumnya pada 2019 mengingat saat ini, status tersebut turun menjadi lower middle income country.Tugas besar Indonesia agar berhasil melewati pandemi adalah dengan melaksanakan transformasi ekonomiyang disertai komitmen melaksanakan protokol kesehatan, termasuk mencapai target vaksinasi.

 

 “Kita berharap,base pada 2022 dengan pertumbuhan enam persen, maka trajectory PDB bisa dimulai pada 2029. Dunia terus berubah dan Indonesia harus siap dengan perubahan, maka Kementerian PPN/Bappenas mengoordinasikan penyiapan Redesain Transformasi Ekonomi Indonesia 2022-2045,” urai Menteri Suharso.

 

Ekonomi Hijau juga menjadi bagian penting dari capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals(TPB/SDGs) yang tidak hanya menyasar perekonomian, tetapi juga target lain yang juga penting bagi Indonesia, seperti mitigasi pemanasan global hingga menciptakan lapangan kerja dan mendorong investasi. “Green Economy juga memberikan peluang bagi ekonomi ke depan. Yang penting adalah redesain transformasi ekonomi untuk kita letakkan sebagai sebuah dasar yang kokoh agar kita tidak bermimpi, tetapi bisa menjemput kenyataan,” ujar Menteri Suharso.

 

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan pentingnya redesain transformasi ekonomi pasca Covid-19 untuk meraih target tersebut. Transformasi ekonomi yang memerlukan orkestrasi lintas sektor, lintas pelaku, dan lintas wilayah dilaksanakan melalui berbagai strategi, salah satunya adalah Green Economy atau ekonomi hijau yang bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. “Transformasi ekonomi adalah titik kunci untuk meningkatkan produktivitas dengan mengubah struktur perekonomian dari lowerproductivity ke higherproductivityatau dengan meningkatkan produktivitas di dalam sektor tersebut,” urai Deputi Amalia.

 

Amalia berharap dengan tranformasi ekonomi yang dilakukan Kementerian PPN/Bappenas ini Indonesia akan menjadi negara maju dan memiliki pendapatan kelima terbesar di dunia dengan pendapatan per kapita USD 23.000 dan lepas dari jebakan Middle Income Trap(MIT) pada 2036 seperti dijelaskan Menteri Suharso saat mengawali sambutan.(Hs.Foto.dok.Humas Bappenas)

 

 

 

 

 

Related posts