Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah tren di media sosial TikTok mengklaim jika suara pria, terutama yang dalam, bisa memicu siklus menstruasi wanita lebih cepat.
Sontak, tren ini menjadi viral dan bahkan dipercaya oleh sebagian orang. Bermula dari video viral yang menyebutkan bahwa pria bisa mempercepat datangnya haid hanya dengan menurunkan nada suara saat berbicara, beberapa pengguna TikTok kemudian mengaku mengalami hal serupa.
Namun, bagaimana medis memandangnya?
Dilansir dari laporan NY Post pada Kamis (9/4), para ahli kesehatan menegaskan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah dan lebih merupakan mitos yang berkembang di internet.
“Meskipun ini terlihat menarik di TikTok, bukan seperti itu cara tubuh bekerja,” ujar Dr. Kate McLean, seorang dokter spesialis kandungan (OBGYN).
“Tidak ada bukti atau jalur fisiologis yang memungkinkan suara pria, baik rendah maupun tinggi, dapat memicu menstruasi,” lanjutnya.
Dr. McLean kemudian menjelaskan bahwa siklus menstruasi wanita diatur oleh sistem hormon yang kompleks. Proses ini melibatkan kerja sama antara otak dan organ reproduksi.
“Siklus menstruasi diatur oleh sistem hormonal yang terkoordinasi antara otak dan ovarium,” jelasnya.
Hormon seperti estrogen dan progesteron berperan penting dalam menentukan kapan menstruasi terjadi. Sistem ini dikendalikan oleh hipotalamus, kelenjar pituitari, serta ovarium.
Artinya, faktor eksternal seperti suara atau getaran tidak memiliki pengaruh langsung terhadap siklus menstruasi wanita.
Meski tidak ada bukti ilmiah, beberapa orang tetap merasa bahwa fenomena ini nyata. Menurut Dr. McLean, kemungkinan besar ini merupakan kombinasi antara kebetulan dan persepsi.
Ia menjelaskan, jika seseorang sudah mendekati jadwal menstruasi, maka haid bisa saja datang secara alami. Namun, karena terjadi setelah interaksi tertentu, orang tersebut mengira ada hubungan sebab-akibat.
Meski suara pria tidak berpengaruh, ada beberapa faktor nyata yang dapat memengaruhi siklus menstruasi seperi stres, penyakit, perubahan berat badan drastis, olahraga berlebihan, serta penggunaan kontrasepsi hormonal.
Dokter juga menegaskan bahwa apabila seseorang ingin mengatur siklus menstruasi, hal tersebut harus dilakukan dengan bantuan medis.
“Jika waktu menstruasi penting, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis agar bisa direnanakan dengan aman,” tutur Dr. McLean.
