Menikah Atau Single, Siapa yang Lebih Berisiko Terkena Kanker?

Ilustrasi orang yang sudah menikah dan orang yang masih single (lajang)/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi orang yang sudah menikah dan orang yang masih single (lajang)/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Penelitian terbaru menunjukkan jika status hubungan ternyata bukan hanya soal kehidupan pribadi, melainkan juga bisa berdampak pada kesehatan.

Dengan menganalisis lebih dari 4 juta kasus kanker pada populasi lebih dari 100 juta orang dewasa usia 30 tahun ke atas, hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok menikah dan belum menikah dalam hal risiko kanker.

Sebagaimana dilansir dari laporan NY Post pada Kamis (9/4), penelitian tersebut mengungkapkan bahwa seseorang yang tidak pernah menikah memiliki risiko kanker yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang menikah, atau telah bercerai.

“Ini adalah sinyal yang jelas dan kuat bahwa beberapa individu memiliki risiko yang lebih besar,” ujar Dr. Paulo Pinheiro, Ph.D., seorang dokter di Miami, Amerika Serikat.

Klaim ini diperkuat dengan data yang menunjukkan bahwa pria yang belum menikah memiliki risiko sekitar 70 persen lebih tinggi terkena kanker. Selain itu, wanita yang belum menikah juga memiliki risiko sekitar 85 persen lebih tinggi.

Adapun jenis kanker yang ditemukan berkaitan dengan gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, hingga infeksi menular seksual.

Penelitian menemukan bahwa beberapa jenis kanker jauh lebih tinggi pada kelompok yang belum menikah. Seperti kanker anus (5 kali lebih tinggi pada pria single) dan kanker serviks (hampir 3 kali lebih tinggi pada wanita).

Kedua jenis kanker tersebut berkaitan erat dengan infeksi HPV atau human papillomavirus, yang bisa dicegah melalui vaksinasi.

Namun para ahli menekankan bahwa bukan pernikahan itu sendiri yang melindungi dari kanker, melainkan gaya hidup yang sering menyertai status tersebut.

Pasangan hidup dinilai lebih sering berperan dalam mendorong deteksi dini dan kepatuhan terhadap pengobatan, yang tentunya sangat penting dalam penanganan kanker.

Kendati demikian, perlu diingat dan dipahami, kanker adalah penyakit kompleks yang dipengaruhi banyak faktor dan bukan hanya status hubungan.

Beberapa faktor utamanya meliputi gaya hidup (merokok, diet, alkohol), obesitas, paparan lingkungan, hingga faktor genetik. Sebagian besar kanker bahkan berkaitan dengan faktor lingkungan dan perilaku, bukan hanya keturunan.

Meski penelitian menunjukkan adanya hubungan antara status pernikahan dan risiko kanker, namun para ahli menegaskan bahwa menikah bukan satu-satunya cara untuk hidup sehat.

Artinya, siapa pun baik single maupun menikah, tetap bisa menurunkan risiko kanker dengan menerapkan gaya hidup sehat.