Tuai Kritik, Indonesia Impor Sampah Plastik Hingga 233.926 Ton!

Tuai Kritik, Indonesia Impor Sampah Plastik Hingga 233.926 Ton! Tuai Kritik, Indonesia Impor Sampah Plastik Hingga 233.926 Ton!

Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia dilaporkan mengimpor sampah plastik hingga 233.926 ton. Hal ini sontak memunculkan banyak kritik.

Masalahnya, Indonesia menjadi negara penghasil sampah terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2020 lalu, sebanyak 65,2 juta ton.

Sementara itu, di tahun yang sama Indonesia juga mengimpor sampah plastik hingga 233.926 ton.

Akibatnya, Indonesia menempati urutan ke-7 sebagai negara importir sampah plastik terbanyak ke-7 di dunia.

Perlu diketahui, negara-negara kaya biasanya akan mencari tempat untuk mengelola limbah yang tak dapat mereka tangani sendiri.

Negara-negara berkembang menjadi tujuan utama mereka untuk memindahkan masalahnya.

Sementara bagi negara berkembang seperti Indonesia, bersedia menerima impor sampah karena kebutuhan akan bahan baku industri. Terutama berkaitan dengan plastik dan kertas.

Karena melalui impor sampah, maka biaya bahan baku pun menjadi lebih murah.

Perlu diketahui, sepanjang tahun 2023 impor sampah plastik ke Indonesia tercatat sebanyak 252 ribu ton.

Jumlah tersebut didominasi oleh negara-negara maju di Eropa dan Asia. Belanda sendiri menempati urutan teratas yang mengimpor sampah plastik terbanyak pada 2023 di Indonesia.

Masalah Yang Timbul Akibat Impor Sampah

Sayangnya, impor sampah ini juga memunculkan berbagai masalah. Salah satunya, sampah plastik yang diimpor tak bisa didaur ulang sepenuhnya.

Selain itu, sistem pengolahan sampah di Indonesia juga masih menghadapi banyak keterbatasan.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seringkali penuh, hingga kapasitas daur ulang pun belum memadai. Sehingga, jumlah sampah plastik pun terus meningkat.

Bagi lingkungan, hal ini dapat mencemari tanah, air, hingga udara. Terlebih, sampah plastik yang tidak ditangani dengan baik juga dapat mengancam kehidupan laut.

Namun, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan jika pada 2025 nanti dirinya akan menghentikan impor sampah plastik, serta memperketat impor sampah kertas.

Selain mendukung pencapaian SDGs 12, hal ini juga sebagai upaya mewujudkan target Indonesia yang bebas sampah pada 2025 mendatang.

Target tersebut dikerjakan dengan pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%.

Foto : ANTARA