Jakarta, GPriority.co.id – Program makan bergizi gratis merupakan salah satu program unggulan dari Presiden Prabowo.
Sejak awal perencanaannya, program makan bergizi gratis telah menyita banyak perhatian masyarakat Indonesia.
Bukan hanya dari namanya, namun anggaran yang dihabiskan untuk program makan bergizi gratis dinilai sangat fantastis, menyentuh angka Rp400 triliun per tahunnya.
Rencananya, program makan bergizi gratis akan dilaksanakan secara bertahap.
Tahap pertamanya akan berjalan pada awal 2025 mendatang, dengan anggaran sebesar Rp71 triliun.
Presiden Prabowo pun berharap agar program tersebut dapat tuntas pada 2029 mendatang.
Disisi lain, program makan bergizi gratis ini juga menuai banyak komentar positif dan dukungan dari berbagai negara di dunia.
Setidaknya, terdapat 3 negara yang menyatakan siap mendukung program makan bergizi gratis dari Presiden Prabowo tersebut.
1. China
Pada saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja ke China dari 8-10 November lalu, ada beberapa kesepakatan yang disetujui dari sektor ekonomi dan bisnis.

Salah satunya yang tertuang dalam MoU atau perjanjian kerja sama China-Indonesia, menyatakan bahwa negara tersebut siap mendukung pendanaan “Food Suplementation and School Feeding Programme in Indonesia.”
2. Amerika Serikat
Setelah melakukan kunker (kunjungan kerja) ke China, Presiden Prabowo selanjutnya melakukan kunker ke Amerika Serikat pada 12 November lalu.

Dalam pertemuannya, Presiden Joe Biden mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung program makan bergizi gratis di Indonesia.
Bahkan pernyataannya tersebut disebutkan dalam laman resmi White House milik Amerika Serikat.
3. Polandia
Polandia turut menyampaikan dukungan terhadap program makan bergizi gratis dari Presiden Prabowo, pada Hari Kemerdekaannya, 13 November lalu.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Polandia untuk Indonesia, Maciej Tumulec.

Tumulec menyampaikan jika Polandia akan membantu program makan bergizi gratis, mengingat negara tersebut telah berhasil mengatasi permasalahan nutrisi dalam jangka waktu 4 tahun.
Foto : ANTARA
