Jakarta, GPriority.co.id – Bank Indonesia mencatat Uang Primer (M0) Adjusted1 pada April 2025 tumbuh 13 % (yoy) setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 21,8% (yoy), sehingga tercatat sebesar Rp 1.952,3 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 7,3% (yoy) dan giro bank umum Bank Indonesia adjusted sebesar 9,9% (yoy).
“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted dipengaruhi oleh pengendalian moneter yang sudah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (12/5).
Dari sisi lain, Bank Indonesia akan mengurangi jumlah outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia di pasar keuangan. Adapun langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan serapan likuiditas oleh perbankan guna mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.
“BI secara konsisten dan terukur mendorong ekspansi likuiditas. Kami berupaya menurunkan outstanding SRBI,” ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea.
Dia mengatakan, pada akhir 2024 tercatat outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia sebesar Rp 923 triliun. Adapun jumlah tersebut mulai dikurangi perlahan agar dana tersebut bisa terserap oleh perbankan.
“Jika lihat sejak awal 2024, outstandingnya Rp 923 triliun, posisi terakhir outstandingnya sekitar Rp 882 triliun, berarti kita sudah melepas likuiditas dari operasi SRBI Rp 40 triliun sudah kita rilis,” ucap Erwin.
Foto: Dok. Bank Indonesia
