Umar Hadi Ungkap 3 Isu Besar di Sidang Umum PBB

Wakil tetap RI, Umar Hadi. Foto:(Dok/Rizqi Juned) Wakil tetap RI, Umar Hadi. Foto:(Dok/Rizqi Juned)

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York, Umar Hadi, mengungkapkan tiga hal besar yang akan dibahas pada Sidang Majelis Umum PBB tahun ini.

Ia menyebut bahwa tahun ini akan menjadi tahun yang istimewa, mulai dari isu konflik, pergeseran pengaruh negara, hingga kehadiran aktor-aktor baru di kancah global.

Selain itu, Hadi juga mengonfirmasi rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang akan memimpin langsung delegasi Indonesia.

Umar Hadi menyebut bahwa Sidang Majelis Umum tahun ini menjadi istimewa karena dinamika konflik yang terjadi antarnegara.

“Dulu, tidak ada perang besar setelah Perang Dunia II. Tetapi belakangan ini, kita merasa banyak konflik yang sulit diredam. Kalau di tahun-tahun sebelumnya mungkin ada konflik, bisa ada perdamaian atau peacekeeping dari PBB,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa multilateralisme—kerja sama banyak negara—kini terasa sangat tertekan, seolah-olah segelintir negara tidak lagi peduli.

Menurut Hadi, Sidang Majelis Umum kali ini juga istimewa dari sisi bobot pengaruh negara. Negara-negara yang pada tahun 1945 mungkin paling berpengaruh, kini tidak lagi menjadi yang paling dominan.

“Banyak negara yang merdeka setelah 1945 justru sekarang bobotnya luar biasa,” jelasnya.

Ia mencontohkan negara-negara seperti Indonesia, China, India, dan Brasil, yang mengalami perkembangan pesat dan kini cukup kuat.

Menurutnya, negara-negara yang dulu dianggap paling berpengaruh, terutama lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, kini tidak lagi menjadi satu-satunya kekuatan.

Hal ketiga yang membuat Sidang Majelis Umum istimewa adalah perubahan aktor. Hadi menjelaskan bahwa negara bukan lagi satu-satunya aktor yang dominan.

“Ada pengaruh-pengaruh dari aktor-aktor lain. Misalnya, perusahaan multinasional bisa memengaruhi. Lalu, ada NGO internasional atau masyarakat sipil (civil society) yang bisa memengaruhi bagaimana dunia ini beroperasi. Jadi, aktornya sekarang bukan lagi hanya negara yang dominan, tapi ada aktor-aktor lain,” ujar Hadi.

Perubahan situasi ini membuat banyak negara sepakat bahwa PBB harus mengalami reformasi sebagai sebuah organisasi. Hadi menambahkan bahwa seperti apa bentuk reformasi itu masih terus dibicarakan di antara negara-negara di dunia.

Hadi juga mengonfirmasi rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang akan memimpin langsung delegasi Republik Indonesia pada Sidang Majelis Umum PBB.

“Kenapa kita merencanakan (kehadiran Presiden)? Karena tentunya Indonesia perlu terus menegaskan komitmen negara kita terhadap multilateralisme,” kata Hadi.

Pewarta: Rizqi Juned

Editor: Dimas A Putra