Viral! Cak Imin Sebut Indomaret dan Alfamart Jadi Ancaman Ekonomi UMKM

Viral! Cak Imin Sebut Indomaret dan Alfamart Jadi Ancaman Ekonomi UMKM/Foto : Dok. Fraksi PKB Viral! Cak Imin Sebut Indomaret dan Alfamart Jadi Ancaman Ekonomi UMKM/Foto : Dok. Fraksi PKB

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Muhaimin Iskandar (Cak Imin), belum lama ini mengeluarkan pernyataan viral yang menyebut minimarket Indomaret dan Alfamart sebagai ancaman ekonomi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Kamis (30/10), Cak Imin menyoroti berbagai tantangan besar yang dihadapi pemerintah guna membangun ekonomi desa. Terlebih saat ini marak ekspansi ritel raksasa seperti Indomaret dan Alfamart.

Dirinya menyebut, kehadiran Indomaret dan Alfamart bukan hanya membunuh ekonomi rakyat, namun juga mengancam keberlangsungan UMKM lokal. Ia melanjutkan, kendati berbagai program pemberdayaan telah dijalankan, saat ini ekonomi desa masih kerap lesu serta belum sepenuhnya mandiri.

“Kita tahu betul retail-retail raksasa yang masuk ke kampung-kampung kita, bahkan membunuh ekonomi rakyat dan membunuh para pelaku UMKM,” sebutnya.

Ia melanjutkan, “Terus terang, raksasa ritel ini bernama Indomaret dan Alfamart yang betul-betul membawa ancaman dan bahaya bagi tumbuhnya UMKM kita.”

Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin turut memberi apresiasi kepada para bupati yang berani membuat peraturan daerah (Perda) guna membatasi dominasi ritel besar di daerah pedesaan.

Ia berharap, koperasi serta pelaku usaha lokal dapat terus diperkuat untuk menjadi garda terdepan perekonomian rakyat. Hal ini dilakukan agar desa tak semakin tergantung pada koperasi besar.

Menteri UMKM Usul Produksi Barang KW

Selain Cak Imin, sebelumnya Menteri UMKM Maman Abdurrahman, juga mengeluarkan ide untuk para pelaku UMKM di tengah maraknya serbuan produk impor asal China. Maman pun meminta para pelaku UMKM untuk memproduksi barang KW.

Menurutnya, langkah ini dapat menjadi alternatif bagi apra pelaku UMKM lokal untuk dapat bersaing di pasar domestik yang semakin banyak dipenuhi dengan berbagai produk murah dari luar negeri.

“Daripada pusing melawan barang impor, kenapa UMKM kita tidak produksi tas-tas KW juga seperti mereka,” ujar Maman pada acara Trade Expo Indonesia, Rabu (15/10) lalu.

Secara tegas Maman mengatakan, idenya tersebut tak akan bermasalah dengan hukum mengingat HKI (Hak Kekayaan Intelektual) sendiri dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.