Viral ‘Rampok Uang Negara’, Anggota DPRD Wahyudin Moridu Dipecat: Begini Isi Garasinya

Wahyudin Moridu memberikan klarifikasi. Foto:(Dok.Istimewa/Tangkapan Layar Youtube) Wahyudin Moridu memberikan klarifikasi. Foto:(Dok.Istimewa/Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, GPriority.co.id – Wahyudin Moridu , anggota DPRD Gorontalo, resmi dipecat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setelah pernyataan kontroversialnya viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia terang-terangan mengatakan “ingin kenaikan uang negara.” Lalu, seperti apa isi garasi dan harta kekayaan sang anggota dewan?

Kasus ini bermula dari sebuah video yang beredar, di mana Wahyudin terlihat sedang dalam perjalanan ke Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam video itu, ia berkata, “Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok saja uang negara ini. Kita habiskan saja biar negara ini semakin miskin.” Pernyataan tersebut disampaikannya sambil tertawa, ditemani seorang wanita yang merekamnya.

Setelah video tersebut memicu kecaman publik, Badan Kehormatan (BK) DPRD Gorontalo segera melakukan pemeriksaan. Wahyudin Moridu kemudian menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud menyinggung masyarakat Gorontalo.

Meski pernyataannya mengundang kontroversi, Wahyudin Moridu termasuk anggota dewan yang rajin melaporkan harta kekayaannya di laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada laporan tahun 2018, saat ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Boalemo, total kekayaannya tercatat sebesar Rp 635.063.149. Harta tersebut termasuk tanah, kas, dan satu unit Toyota Fortuner tahun 2018 senilai Rp 450 juta.

Namun, pada laporan tahun 2024 saat ia maju sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo, hartanya justru mengalami penurunan drastis. Dengan rincian:

– Tanah dan bangunan senilai Rp 180 juta.

– Kas dan setara kas senilai Rp 18 juta.

– Utang sebesar Rp 200 juta.

Terlepas dari laporan resmi yang menunjukkan hartanya minus, Wahyudin juga kerap memamerkan foto dirinya bersama mobil-mobil mewah di akun Instagram pribadinya. Ia pernah terjadi di depan Hyundai Palisade dan Toyota Hilux, keduanya menggunakan pelat nomor cantik DM 1 DM.

Akibat tindakannya, DPP PDIP mengambil keputusan tegas untuk memecat Wahyudin Moridu dari anggota partai. PDIP menyatakan tidak akan menoleransi tindakan yang dapat merugikan rakyat. Pihaknya akan segera melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk mencari pengganti Wahyudin di DPRD Gorontalo.

Akibat peristiwa itu, Wahyudin dipecat dari PDIP.  DPP PDIP menyatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan tindakan yang merugikan rakyat. Selain itu, PDIP segera akan melakukan pergantian antar waktu (PAW) untuk mencari pengganti Wahyudin sebagai anggota DPRD Gorontalo.

Pewarta: Rizqi Juned 

Editor: Dimas A Putra