Viral Tren Green Days di Kalangan Gen Z: Cuti Kerja Demi Kesehatan Mental

Ilustrasi Gen Z yang sedang healing di alam terbuka/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi Gen Z yang sedang healing di alam terbuka/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Tren baru di kalangan generasi muda kembali mencuri perhatian. Generasi Z (Gen Z) kini ramai mengambil cuti kerja untuk melakukan aktivitas di alam terbuka demi menjaga kesehatan mental, yang dikenal dengan istilah “green days”.

Fenomena ini viral di media sosial, di mana banyak pekerja muda membagikan momen mereka berjalan di hutan, pantai, hingga pegunungan pada hari kerja. Aktivitas tersebut dianggap sebagai cara untuk healing, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

Dilansir dari laporan NY Post pada Jumat (20/3), “Green days” merujuk pada kebiasaan mengambil waktu libur kerja untuk menghabiskan waktu di alam. Tren ini menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z yang semakin memprioritaskan work-life balance dan kesehatan mental dibanding rutinitas kerja konvensional.

Beberapa pekerja muda bahkan secara terbuka menyatakan bahwa mereka lebih memilih “recharge” di alam daripada tetap berada di kantor sepanjang hari.

Meski menuai kritik, sejumlah penelitian justru mendukung manfaat aktivitas di alam. Organisasi kesehatan menyebut bahwa berada di ruang hijau dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan suasana hati, dan memberikan efek relaksasi alami.

Bahkan, studi menunjukkan bahwa 20–90 menit di alam setiap hari sudah cukup untuk meningkatkan kesehatan mental secara signifikan.

Namun, tren ini juga menuai pro dan kontra. Sebagian kalangan menilai kebiasaan Gen Z ini sebagai bentuk kurangnya etos kerja dan profesionalisme.

Survei sebelumnya bahkan menyebut generasi ini sering dianggap sebagai yang paling sulit diajak bekerja sama oleh perusahaan.

Selain itu, fenomena ini juga dikaitkan dengan meningkatnya kebiasaan mengambil mental health day, yang memang lebih umum dilakukan Gen Z dibanding generasi sebelumnya.

Di sisi lain, para ahli melihat tren ini sebagai tanda perubahan besar dalam dunia kerja. Gen Z dinilai lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental dan berani mengambil langkah untuk menjaganya.

Laporan global juga menunjukkan bahwa generasi ini lebih memprioritaskan keseimbangan hidup, makna kerja, dan kesejahteraan dibanding sekadar mengejar jabatan tinggi.

Meski masih menuai perdebatan, tren ini menandakan bahwa masa depan dunia kerja kemungkinan akan lebih fleksibel, manusiawi, dan berfokus pada kesejahteraan individu.