Wamenlu Anis Matta Tegas Tolak Pengakuan Israel Terhadap Somaliland

Wamenlu Anis Matta pada Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-22 di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (10/1) lalu/Foto : Dok. Kemlu RI Wamenlu Anis Matta pada Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-22 di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (10/1) lalu/Foto : Dok. Kemlu RI

Jeddah, GPriority.co.id – Wakil Menteri Luar Negeri RI (Wamenlu RI) Anis Matta, secara tegas mengecam keras dan menolak pengakuan Israel terhadap Somaliland. Hal tersebut disampaikannya dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Biasa (KTM-LB) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-22 di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (10/1) lalu.

 â€śIndonesia mendukung penuh kedaulatan dan kesatuan teritorial Republik Federal Somalia, dengan Somaliland sebagai bagian yang tidak terpisahkan,” tegas Wamenlu Anis Matta dikutip dari laman Kemlu RI.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), agenda KTM-LB OKI ini diselenggarakan atas permintaan Presiden Republik Federal Somalia, guna menanggapi pengakuan Israel atas Somaliland sebagai negara merdeka.

Wamenlu Anis Matta berpendapat, pengakuan Israel terhadap Somaliland berpotensi memicu destabilisasi di kawasan, serta melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.

Selain itu, Wamenlu Anis Matta juga mendorong agar persoalan Somaliland dapat diselesaikan dengan baik secara internal. Ia turut mendorong OKI untuk dapat kembali mengaktifkan OIC Contact Group tentang Somalia dan memberdayakannya untuk menjaga integritas teritorial Somalia dan keamanan kawasan.

Perlu diketahui, sebelumnya Indonesia turut bergabung dalam Joint Statement yang diprakarsai Mesir, serta didukung oleh 22 negara, OKI, dan GCC.

Dalam agenda tersebut, disampaikan penolakan atas pengakuan Israel, dukungan kepada Somalia, serta penghormatan kedaulatan dan kesatuan Somalia.

Adapun 39 negara anggota OKI hadir pada Pertemuan, 11 di antaranya diwakili pada level menteri luar negeri. Lewat pertemuan tersebut, dihasilkan 2 resolusi yang meliputi penolakan terhadap pengakuan Israel atas Somaliland, serta dukungan OKI untuk mengantisipasi implikasinya.