Penelitian Terbaru: Wanita yang Hamil Pada Usia 24-38 Tahun Hidup Lebih Lama

Ilustrasi ibu hamil/Foto : Dok. iStock Ilustrasi ibu hamil/Foto : Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Kehamilan menjadi dambaan bagi wanita yang telah menikah. Meski ada juga yang memilih childfree, namun sejatinya menjadi ibu merupakan impian banyak wanita di dunia.

Dilansir dari laporan NY Post, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa wanita yang hamil pada rentang usia tertentu, berpotensi memperpanjang usia mereka serta meningkatkan kesehatan mereka secara signifikan.

Meskipun kehamilan membuat wanita lebih tua, namun pembuahan pada usia tertentu dapat memengaruhi rentang hidup dan penuaan biologis wanita. Berbeda dengan usia kronologis yang merupakan jumlah tahun kita hidup, penuaan biologis mengukur usia sel dan organ kita. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti genetika, gaya hidup, paparan lingkungan, serta pola makan.

Penelitian yang dilakukan Universitas Helsinki dan Institut Penelitian Medis Yayasan Minerva menemukan bahwa wanita yang hamil dalam rentang usia 24 hingga 38 tahun mengalami pola penuaan dan umur yang lebih panjang.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, dan meneliti hampir 15.000 anak kembar Finlandia yang telah mengisi kuisioner pada tahun 1975, dan perjalanan hidup mereka diikuti hingga saat ini.

Sementara itu, dalam penelitia lanjutan, wanita dengan dua hingga tiga anak memiliki angka harapan hidup terpanjang. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa ibu-ibu dari keluarga besar, serta wanita yang memiliki anak pertama di usia yang sangat muda, tampak menua lebih cepat.

Hal ini menunjukkan bahwa baik jumlah anak maupun waktu kehamilan memiliki dampak pada kesehatan dan harapan hidup perempuan di usia dewasa. Banyaknya energi dan sumber daya yang dibutuhkan selama kehamilan juga mendukung hal tersebut.

“Organisme memiliki sumber daya terbatas seperti waktu dan energi. Ketika sejumlah besar energi diinvestasikan dalam reproduksi, energi tersebut diambil dari mekanisme pemeliharaan dan perbaikan tubuh, yang dapat mengurangi umur,” kata peneliti doktoral dan pemimpin studi, Mikaela Hukkanen.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa memiliki lebih dari empat anak menyebabkan umur yang lebih pendek dan penuaan biologis yang lebih cepat, atau kerusakan sel dan jaringan.

Namun, wanita yang belum pernah melahirkan menunjukkan penuaan yang lebih cepat daripada mereka yang sudah memiliki beberapa anak. Faktor gaya hidup atau pun kesehatan juga ikut berpengaruh.

Meskipun kehamilan dapat membuat seorang wanita tampak lebih tua sekitar dua tahun, ternyata melahirkan juga dapat membalikkan usia biologisnya hingga 8 tahun, menurut sebuah studi dari Yale Child Study Center  yang diterbitkan dalam Cell Metabolism .

Namun, tidak semua wanita mengalami pemulihan pascapersalinan yang sama, karena mereka yang dapat diklasifikasikan sebagai obesitas dan memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi sebelum kehamilan, tidak mengalami penurunan penampilan sebanyak wanita dengan BMI yang lebih rendah.

Menurut salah satu ilmuwan utama dalam penelitian tersebut, tetap ada potensi risiko bagi wanita yang memiliki banyak kehamilan atau yang sama sekali tidak pernah hamil.

“Seseorang yang secara biologis lebih tua dari usia kalendernya memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Hasil kami menunjukkan bahwa pilihan riwayat hidup meninggalkan jejak biologis yang bertahan lama yang dapat diukur jauh sebelum usia tua,” kata pemimpin studi, Dr. Miina Ollikainen.