Penulis : Sifra | Editor : Lina F | Foto : dok.GP
Jakarta,GPriority.co.id-Tahukah kamu? Kebiasaan dalam gonta ganti pasangan dapat berakibat timbulnya penyakit menular, seperti, Herpes Genital.
Apa itu herpes genital? Herpes genital merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (Herpes Simplex Virus – HSV type 1 & 2). Penularan penyakit herpes genital paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual baik melalui oral, vaginal atau anal terutama dengan orang yang menderita penyakit tersebut.
“Selain itu apabila terdapat kontak dengan cairan (air liur/ cairan dari alat kelamin) atau luka pada kulit dengan pasangan yang menderita herpes,” tambah dr. Jessica melalui wawancara via chat WhatsApp, Rabu (10/5).
Herpes genital terkadang tidak menimbulkan gejala apapun atau disebut dengan asimtomatik sehingga kondisi ini sering tidak disadari oleh penderitanya. Hal ini disebabkan oleh variasi dari sistem kekebalan tubuh seseorang. Namun, gejala yang biasanya dapat dirasakan seperti, nyeri dibagian alat kelamin yang sangat sakit bahkan mengganggu aktivitas.
dr. Jessica menjelaskan, umumnya seseorang yang terkena herpes genital akan didapati luka lecet atau melempuh yang bergerombolan di alat kelamin disertai rasa panas, nyeri, perih, hingga gatal yang tak karuan. Nyeri atau pedih lebih dirasakan terutama saat buang air kecil.
Infeksi herpes sering ditemukan pada perbatasan antara kulit kering dengan sisi yang basah (mukosa), antara lain bibir, alat kelamin dan anus.
Sehingga, apabila terdapat riwayat berhubungan atau kontak dengan pasangan yang menderita herpes di anus, mungkin saja dapat menularkan virus tersebut dan menyebabkan prokitis.
dr. Jessica menjelaskan bahwa, prokitis merupakan peradangan pada rektum (dinding saluran usus besar yang menghubungkan dengan anus). Gangguan ini dapat menyebabkan sakit pada dubur, diare, perdarahan dan keputihan, serta perasaan terus menerus ingin harus buang air besar.
Gejala ini biasanya terjadi dalam waktu yang sebentar, tetapi bisa juga menjadi kronis. Pengobatan untuk proktitis tergantung pada penyebab peradangan yang mendasarinya.
- Perawatan untuk proktitis yang disebabkan oleh infeksi meliputi
- Antibiotik. Untuk proktitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter merekomendasikan antibiotik, seperti doksisiklin.
- Antivirus. Untuk proktitis yang disebabkan oleh infeksi virus, contohnya herpes virus yang ditularkan secara seksual. Obat antivirus, seperti asiklovir dapat diberikan.
- Perawatan untuk proktitis yang disebabkan oleh terapi radiasi
“Selain infeksi virus herpes, banyak hal yang dapat menyebabkan prokitis sehingga penangannnya harus sesuai dengan penyebabnya,” tuturnya
Penanganan yang dokter berikan dan perlu diperhatikan pasien dan penderita penyakit herpes genital, sebagai berikut :
- Pasien harus menghindari berhubungan tubuh hingga luka sembuh.
- Rutin minum vitamin dan istirahat agar meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus.
- Tidak lupa untuk makan makanan yang bergizi sperti banyak kandungan protein untuk mempercepat penyembuhan luka.
“Paling utama, Dokter akan memberikan obat antivirus yang harus diminum selama 7 hari atau lebih tergantung kondisi pasien. Obat minum lainnya untuk mengatasi keluhan pasien seperti anti nyeri, gatal dan suplementasi vitamin. Serta obat oles yang diresepkan untuk luka.” sambung dr. Jessica.
Kegiatan yang perlu dihindari untuk mempercepat penyembuhan pada penderita penyakit herpes genital ialah kontak fisik dengan pasangan saat masih ada luka. Pengobatan dengan pasangan dilakukan menghindari terjadinya infeksi berulang.
dr. Jessica menyarankan, menambah asupan yang bergizi seperti sayur, buah, dan daging untuk meningkatkan kekebalan sistem imun tubuh serta olahraga ringan yang sesuai dengan keluhan pasien dan penderita penyakit herpes genital. Hal ini bertujuan agar pasien dan penderita pulih lebih cepat.
