Yuk Gunakan Medsos dengan Bijak Agar Masa Depanmu Aman

Bolaang Mongondow,Gpriority-Agar masa depanmu aman, sebaiknya gunakan media sosial (medsos) dengan bijak. Inilah yang dibahas dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia,Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo yang dilaksanakan secara virtual pada 9 Juli 2021 di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Dalam acara yang mengangkat tema “Mengenal dan Menangkal Hoaks” ini dihadiri oleh 875 peserta dari berbagai kalangan dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari relawan Mafindo Fachruddin Palapa, narablog sekaligus pegiat literasi M. Aan Mansyur, pegiat literasi Charencia Velina Repie, dan dosen sekaligus pegiat literasi Nurul Fadhillah S. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Febrina Stevani selaku konsultan komunikasi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Fachruddin Palapa yang membawakan tema “Informasi Digital, Identitas Digital, dan Jejak Digital”. Ia menyebut, digitasi menghasilkan informasi digital, sedangkan identitas digital berarti set atribut yang terkait dengan entitas di platform digital. Sementara itu, jejak digital merupakan tapak data yang tertinggal setelah beraktivitas di internet. “Jejak digital tidak hilang begitu saja. Jadi, sebelum mengirim atau mengunggah, periksa ulang dan cermati manfaatnya,” katanya.

Berikutnya, M. Aan Mansyur menyampaikan materi berjudul “Bahaya Berita Bohong”. Aan menyampaikan, di internet, semua orang bisa menjadi sumber informasi. Namun, tidak semua orang bisa membedakan mana informasi yang palsu dan mana yang benar. “Hal ini dapat menimbulkan kebingungan dan kesalahpahaman tentang isu-isu penting,” tutur Aan.

Sebagai pemateri ketiga, Charencia Velina Repie, membawakan tema tentang “Digital Culture: Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Charencia menuturkan, saat ini semua informasi dapat diakses dengan mudah. Beberapa poin penting kala menyuarakan pendapat di dunia digital, yaitu menggunakan bahasa yang sopan, pikir sebelum berkomentar, dan tidak membagikan berita bohong,” pesan dia.

Adapun Nurul Fadhillah, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Digital Safety-Cyber Safety: Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Menurut dia, menciptakan internet sehat bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. “Meskipun kita hapus, apa yang kita tulis di internet tidak akan pernah hilang. Jadi, sebelum mengirim sesuatu, kita harus memikirkan baik buruknya,” ujarnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu peserta, Vincent Sitorus, bertanya tentang pengaruh jejak digital untuk masa mendatang. Menjawab pertanyaan tersebut, Fachruddin menyampaikan bahwa semua aktivitas digital akan meninggalkan jejak. “Dampaknya tidak langsung terasa, bisa beberapa bulan atau tahun kemudian. Jejak digital juga bisa berpengaruh ke karir karena semua perusahaan dan industri menjadikan media sosial sebagai wadah mencari rekam jejak seseorang,” urainya. Dalam webinar tersebut, panitia menyediakan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

 

Related posts