Ziarah Makam Leluhur Hingga Nikmati Hidangan Burasa Jadi Tradisi Masyarakat Bugis

Sulsel,GPriority.co.id — Setiap daerah memiliki tradisi masing masing jelang hingga perayaan hari Idul Fitri, hari besar keagamaan bagi ummat Muslim.

Di Tanah Bugis umumnya, setiap menjelang hari raya Idul Fitri, satu rumpun warga biasanya akan menziarahi kuburan para leluhurnya, Ziarah ke kuburan leluhur ini, biasanya dilakukan bagi keluarga yang menetap dan tugas diluar daerah atau masyarakat rantau yang sengaja pulang untuk berkumpul keluarga besar dan handai taulan lainnya di kampung halaman.

Ziarah kubur dilakukan dalam masa satu pekan sebelum dan sesudah hari raya Idul Fitri, Tujuanya menjenguk leluhur yang lebih dulu kembali ke Ribaan Allah Taala.

Leluhur yang diziarahi ini adalah setidaknya memiliki hubungan pertalian keluarga, kakek buyut (dari Ibu/bapak) kakek (dari ibu/bapak) Orang tua, Paman dan makam keluarga yang bertalian.

Ziarah ke makan leluhur juga dilakukan sebagian orang yang memiliki hubungan emosional pribadi, seperti Anre Guru (Tokoh Agama) dan Guru Spiritual (hubungan emosional kultural)

Seperti yang dilakukan Sukma, seorang perempuan warga Kabupaten Sidrap Sulawesi selatan, Ia pada Ramadan 1443 H bertepatan April 2022 Masehi ini, pulang kampung ke Sidrap, Ia merantau ke Kalimantan dan bekerja sebagai seorang ASN di Kota Balikpapan.

“Liburan panjang 29 April hingga 8 Mey 2022 ini, digunakan untuk menjenguk keluarga di kampung, ada saudara, kemanakan dan teman teman sebaya, dalam kesempatan ini, tentunya menziarahi makam orang tua
dan keluarga lainnya yang lebih dulu berpulang, selain Ziarah ke makam keluarga, makanan khas Bugis (Sulawesi) berupa Burasa tentunya yang selalu dirindukan saat Lebaran Idul Fitri tiba, tanpa Burasa semuanya hambar” terang Sukma.

Burasa adalah, penganan dari beras dimasak dengan santan, lalu dibungkus daun pisang, kemasannya diikat, dalam 1 ikatan biasanya terdapat 2 atau 3 helai Burasa.

Burasa biasa disajikan dengan makanan berkuah dari daging dan sop sop, kari dan masakan daging lainnya

Burasa belum memiliki penyebutan paten, setiap daerah di Sulsel lebih akrab menyebutnya Buras.

Diacara acara kebesaran ke Agamaan dan acara adat, Burasa paling sering di jumpai, saat akan bepergian jauh penganan ini biasanya jadi bekal, saat liburan ke pantai dan Gunung Burasa juga ada.

Penganan lain di tanah Bugis di hari raya Idul Fitri adalah, Tape (Jenis beras ketan hitam atau putih yang dipermentasi dengan ragi) Tape biasanya dihidangkan saat menjamu keluarga yang datang silaturahmi ke rumah saat hari Lebaran tiba, dan moment ini biasanya berlangsung selama sepekan. (Ae)