17.561 Pasien TB Berpotensi Mengalami APK

APK merupakan singkatan dari aspergilosis paru kronik. Penyakit ini timbul dikarenakan jamur yang ada di luar dan di dalam rumah terhisap masuk ke dalam rongga paru.

Terhisapnya jamur sendiri bagi yang imunitasnya kebal tidak akan menjadi masalah. Namun masalah kesehatan akan timbul apabila orang tersebut memiliki riwayat penyakit seperti TB. Berdasarkan data WHO, Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah kasus tuberkulosis (TB) paru terbanyak di dunia, dan diperkirakan jumlah pasien mikosis paru terkait TB juga cukup signifikan, hanya belum terdiagnosis atau dilaporkan secara resmi.

Dari 274.397 pasien bekas TB paru di Indonesia yang bertahan setelah 1 tahun pasca-pengobatan TB, diperkirakan terdapat 17.561 pasien yang berpotensi mengalami aspergilosis paru kronik (APK).

Salah satu penelitian tentang APK di Indonesia telah berhasil diselesaikan dan baru saja dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi Q1. Penelitian APICAL (A prospective longitudinal study of chronic pulmonary aspergillosis in pulmonary tuberculosis in Indonesia) yang merupakan kolaborasi Universitas Indonesia dengan Universitas Manchester, Inggris yang bertujuan untuk mengetahui angka kejadian APK di Indonesia dan faktor risiko terkait. Penelitian ini berhasil menghimpun data jumlah pasien yang menyelesaikan terapi TB dan berpotensi menderita AP.

Penelitian ini menyertakan 216 pasien TB paru di enam rumah sakit di Jakarta. Hasil penting yang
dilaporkan adalah 13% dari pasien tersebut mengalami APK di akhir pengobatan TB. Persentase ini menunjukkan implikasi global gambaran kejadian APK di negara dengan beban penyakit TB yang
tinggi. Berdasarkan perhitungan statistik secara nasional, diperkirakan terdapat 52.000 pasien yang
berpeluang mengalami APK setelah sembuh dari TB di Indonesia.

Meskipun kebanyakan infeksi TB dapat disembuhkan, para peneliti melaporkan bahwa pasien tersebut masih berpeluang mengalami APK yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Dengan
jumlah pasien TB terbanyak ketiga di dunia, Indonesia berpotensi menghadapi permasalahan
penting: pada tahun 2020 terdapat 824.000 kasus dan hampir 100.000 kematian akibat TB. Sekitar
600.000 pasien yang sembuh dari TB berisiko mengalami APK secara global. Tanda utama
kecurigaan APK dapat dilihat pada pemeriksaan radiologi yang menunjukkan kerusakan jaringan
paru, terutama kavitas. Selain itu pasien biasanya menunjukkan kenaikan kadar antibodi Aspergillus.
Penelitian di atas merupakan peluang untuk mengatasi tantangan dalam diagnosis mikosis paru,
khususnya APK pada pasien TB.

Kunci utama keberhasilan penegakan diagnosis dini infeksi jamur adalah kecurigaan atau kewaspadaan dokter terhadap kemungkinan infeksi tersebut, khususnya berdasarkan anamnesis faktor risiko dan penyakit dasar. Pasien yang mengalami batuk lama, sesak,nyeri dada, batuk darah, demam, penurunan berat badan, atau kelesuan terutama dalam 3 bulan
terakhir, hendaknya bukan hanya dicurigai mengalami infeksi TB paru atau keganasan, tetapi juga perlu dipikirkan sejak awal kemungkinan mikosis paru.

Diagnosis dini dan tata laksana mikosis paru yang lebih baik terus diupayakan untuk menurunkan
angka kesakitan maupun kematian. Untuk tujuan tersebut, Kelompok Kerja Mikosis Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (Pokja Mikosis Paru PDPI) telah menyusun buku Pedoman
Nasional Diagnosis dan Tata Laksana Mikosis Paru edisi revisi 2021. Upaya tersebut diperkuat
dengan memperluas dan mengokohkan jejaring kerjasama antara berbagai pihak terkait, dengan
dibentuknya Pusat Mikosis Paru FKUI – RS Persahabatan pada tahun 2017. Kerjasama itu
menyertakan Departemen Pulmonologi & Kedokteran Respirasi FKUI/RS Persahabatan, Departemen Parasitologi FKUI, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Parasitologi Klinik Indonesia (PDS ParK), Asosiasi Rumah Sakit dan Balai Kesehatan Paru Indonesia (ARSABAPI), RS jejaring Academic Health System (AHS) FKUI, serta mitra ilmiah lain.

Tak hanya itu serangkaian penelitian kolaborasi dan kegiatan ilmiah telah dilaksanakan, termasuk serial seminar PULSE (Pulmonary Mycoses Seminar Series).(Hs.Foto.Hs)

Related posts