Flashback Transportasi Jakarta Tempo Doeloe

Moda transportasi merupakan sarana yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai penunjang kehidupan.

Dengan alat transportasi baik darat, laut, dan udara bisa membuat seseorang pergi ke suatu tempat yang dekat maupun yang jauh sekalipun. Transportasi juga dapat menunjang keberhasilan pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat.

Alat tranportasi di Indonesia khususnya di Jakarta selalu mengalami perubahan dan perkembangan dari masa ke masa, namun apakah kalian tahu pada zaman dulu kendaraan apa sih yang digunakan masyarakat untuk bepergian? Berikut ini beberapa alat transportasi yang digunakan di Jakarta mulai tahun 1899.

1. Trem Listrik, 1899 – 1940

Pertama kali beroperasi di Batavia tahun 1899. Perusahaan yang mengoperasikannya adalah Nederlandsch-Indische Tram Maatscappij (NTM) dan Batavia-Electrisch Tram Maatscappij (BVM) atau Electrische Tram Maatschapptj (BETM) berdiri pada tahun 1897. Trem listrik mengoperasikan 5 jalur yaitu: 1). Menteng-Kramat-Senen, Vrijmetselaarweg, Gunung Sahari-Kota dan Kembali. 2). Menteng- Willemslaan-Harmoni dan kembali. 3). Menteng- Willemslaan -Vrijmetselaarweg Harmoni dan kembali. 4). Menteng-Tanah Abang, Harmoni dan kembali. 5). Vrijmetselaarweg, Willemslaan-Harmoni dan kembali. Selain trem listrik, sebelumnya juga ada trem kuda pada tahun 1869 dan trem uapa di tahun 1881.

2. Oplet, 1950 – 1979

Dalam angkutan oplet terdapat istilah “sewa” yang berarti muatan berupa orang yang membawa barang atau tidak. Oplet adalah kendaraan angkutan umum yang berasal dari mobil sedan merk MORRIS buatan Inggris dengan sebuah ban yang dimodifikasi. Selain itu mobil yang dijadikan oplet umumnya merek Austin sehingga orang Betawi lebih suka menyebut ostin. Dahulu operasi oplet terbatas di Jakarta Timur yakni daerah Pasar Kramat Jati, Cijantung, Cibubur dan Cilangkap juga Cisalak, sejak tahun 1950-an dengan izin trayek resmi.

3. Bemo 1962 – 1971

Kendaraan roda tiga dengan posisi rodanya satu di depan dan dua di belakang. Bentuk depan agak menonjol, serta mempunyai dua pintu di depan. Ciri khas bemo yaitu penumpang naik dari bagian belakang karena tidak berpintu samping. Sedangkan pintu depan ada 2 buah untuk supir dan penumpang yang duduk berdampingan. Kemudian untuk membuka pintu depannya tidak sama dengan kendaraan lain yang umumnya arah membuka pintu ke depan tetapi bemo khusus ke arah belakang. Tempat duduk penumpang di belakang pada bemo ini mempunyai dua kursi panjang yang penumpangnya duduk saling berhadapan di mana satu kursi bisa memuat 3 orang penumpang. Jadi daya angkut kendaraan bemo bisa memuat penumpang 8 orang termasuk supir.

4. Robur, 1962 – 1978

Robur merupakan buatan Volkseigener Betrieb/VEB Robur-Werke Zittau, dari Jerman Timur dan pabriknya berada di Halle. Robur yang pertama kali tiba di Indonesia adalah model LO 2500. Mesin yang dimiliki menghasilkan 70 tenaga kuda dengan tampilan yang cukup unik. Robur juga jadi bagian proyek pengadaan bus untuk keperluan Asian Games 1962 yang dicetuskan Presiden Soekarno. Kemudian Gubernur DKI Jakarta, Henk Ngantung (1964-1965), mengelola Robur sebagai alat transportasi umum dengan ciri khas cat merah.

5. Bus Kota, 1964 – 1980

Bus kota memang identik dengan para pekerja di Jakarta. Sejak tahun 1960-an, bus kota memang menjadi pilihan warga Jakarta untuk bepergian, lantaran kala itu belum banyak orang yang memiliki kendaraan pribadi, baik mobil atau motor.Seiring perkembangan zaman, bus kota kian tampil modern. Tapi jika mengingat masa lalu, setidaknya Jakarta pernah punya dua bus kota legendaris buatan Jerman dan AS.

6. Helicak 1970 – 1980

Helicak merupakan kependekan dari ”helikopter becak”, bentuk moda transportasi ini mirip helikopter, dan tenar pada era 1970-an. Helicak pertama kali diluncurkan pada 24 Maret 1971. Mesin dan bodi utama kendaraan ini adalah skuter Vespa yang langsung didatangkan dari Italia. Moda angkutan rakyat ini pertama kali dicetuskan pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin sebagai pengganti becak yang dinilai tak manusiawi. Saat itu, sekira 400 unit Helicak yang disebar ke seluruh Jakarta.

7. Metromini dan Kopaja, 1978 – 2015

Metromini atau bus merah merupakan varian mikrobus yang melayani rute-rute arteri di Ibukota. PT Metro Mini dan Kopaja diresmikan pada 1978 oleh Gubernur DKI, Tjokropranolo (1977-1982), untuk menggantikan mikrobus Robur yang usang. Peluang itu kemudian dimanfaatkan produsen bus-bus asal Jepang, seperti Mitsubishi, Isuzu, Toyota, dan Hino yang kemudian digunakan sebagai armada Metro Mini dan Kopaja hingga 2015. Sejak 2015, Metro Mini menjadi moda penghubung antara rute-rute pelosok ke rute TransJakarta. Moda transportasi ini kemudian dikenal sebagai MetroTrans. (Dw.foto.dok.Ist)

Related posts