2 Fakta Isra Miraj Yang Jarang Diketahui

Ilustrasi Isra Miraj/Foto : Dok Pixabay Ilustrasi Isra Miraj/Foto : Dok Pixabay

Jakarta, GPriority.co.id – Bagi umat Islam, Isra Miraj merupakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Palestina. Dalam peristiwa ini, perintah salat lima waktu juga diturunkan oleh Allah SWT.

Peristiwa Isra Miraj sendiri difirmankan dalam Surat Al-Isra Ayat 1. Sementara Miraj, atau peristiwa naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Aqsha ke langit sampai ke Sidratul Muntaha hingga ke tempat tertinggi menghadap Allah, dijelaskan dalam Surat An-Najm Ayat 13-18. Beberapa hadits shahih juga meriwayatkannya.

Kendati demikian, sebenarnya masih ada beberapa fakta lain tentang Isra Miraj yang bahkan masih belum banyak diketahui oleh umat muslim. Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini penjelasannya.

Tahun Amul Huzni, Sebelum Isra Miraj

Banyak umat muslim yang belum mengetahui latar sebelum dan sesudah momen Isra Miraj berlangsung. Jika melihat sejarah kenabian (Sirah Nabawiyah), sebelum momen Isra Miraj terjadi, Nabi Muhammad SAW saat itu tengah berada dalam keadaan duka cita mendalam (tahun amul huzni atau tahun kesedihan).

Kala itu Rasulullah ditinggal oleh istri tercintanya, Khadijah, yang selalu setia menemani dan menghiburnya bahkan saat orang lain menghinanya. Setelah ditinggal Khadijah, kesedihan Rasulullah bertambah ketika ia ditinggal oleh pamannya, Abu Thalib, dalam waktu yang berdekatan.

Bagi Rasulullah, Abu Thalib merupakan sosok yang penting terutama pada masa awal dakwah Islam berlangsung. Ia merupakan pemimpin Bani Hasyim yang membuat Rasulullah aman melakukan dakwah di Mekkah dan terhindar dari orang-orang Quraisy.

Setelah Abu Thalib meninggal dunia, para musuh umat Islam itu semakin bebas mengintimidasi Rasulullah. Ada satu momen dimana mereka berani melemparkan kotoran ke atas pundak Nabi Muhammad SAW.

Meski dihina dan diperlakukan tidak baik, Rasulullah tidak pernah membalasnya. Hingga Allah SWT pun menghiburnya dengan mengangkat beliau ke langit tertinggi dan terjadilah peristiwa Rasulullah berjumpa dengan Allah SWT.

Rasulullah Sampai ke Sidrat al-Muntaha

Usai tahun kesedihan berlalu, Nabi Muhammad menjadi kembali bersemangat. Jiwanya kembali kuat dan ia pun seperti diingatkan bahwa ia tidak sendirian.

Dalam perjalanan Isra Miraj, Nabi Muhammad sampai ke Sidrat al-Muntaha. Sidrat berarti pohon atau lotus padang pasir. Pohon itu berada di Asia dan Timur Tengah, yang merupakan lambang kebijaksanaan.

Sementara al-Muntaha artinya terakhir. Sehingga, makna Isra Miraj ialah nabi telah mencapai kebijaksanaan yang paling tinggi. Setelah melewati peristiwa Isra Miraj, Rasulullah berhijrah dari Mekkah ke Yatsrib (Madinah), yang mengandung makna peradaban. Di Madinah, Rasulullah menjalankan aktivitas politik, dimana ia fokus pada pembangunan negara Islam pertama melalui konsolidasi internal dan diplomasi eksternal.

Diantaranya piagam madinah, mempersaudarakan kaum Muhajirin-Anshar, menjadikan masjid pusat aktivitas, membentuk lembaga pemerintahan (hakim, sekretaris, dan lain-lain), membangun ekonomi lewat pasar, serta diplomasi dengan suku lain guna menciptakan stabilitas dan pertahanan. Berkat Rasulullah, Madinah menjadi kota madani yang harmonis.