28 Galeri Seni Siap Ramaikan Art Jakarta Papers pada 5-8 Februari 2026

Konfrensi Pers Art Jakarta Papers pada Rabu (21/1). Foto: GPriority/Dimas A Putra Konfrensi Pers Art Jakarta Papers pada Rabu (21/1). Foto: GPriority/Dimas A Putra

Jakarta, GPriority.co.id – Pameran seni rupa bertajuk Art Jakarta Papers siap digelar pada 5–8 Februari 2026. Bertempat di City Hall Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta, ajang ini akan menghadirkan 28 galeri seni dari berbagai kota di Indonesia dan Asia.

Direktur Artistik Art Jakarta, Enin Supriyanto, menyampaikan bahwa edisi perdana Art Jakarta Papers dirancang sebagai ruang eksplorasi medium seni yang lebih spesifik, khususnya karya berbasis kertas dan praktik seni kontemporer yang selama ini membutuhkan ruang presentasi yang memadai.

“Art Jakarta Papers edisi pertama akan diisi oleh 28 geleri. Jadi ini daerah-daerah yang akan ikut serta mengisi Jakarta Papers edisi pertama tahun ini ada dari Jakarta, Bandung, Indonesia, Bangkok, Seoul, Taipei,” kata Enin Supriyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/1).

Menurut Enin, lahirnya Art Jakarta Papers berangkat dari pengalaman panjang Art Jakarta dalam melihat keragaman medium seni rupa kontemporer yang semakin luas.

“Banyak karya dengan pendekatan material tertentu kerap saling berebut ruang dan perhatian dalam pameran berskala besar, sehingga diperlukan platform khusus agar ekspresi artistik tersebut dapat tampil optimal,” kata Enin.

Pada edisi perdana ini, Art Jakarta Papers juga akan menghadirkan sejumlah karya instalasi dan kolaborasi lintas disiplin. Salah satu kolaborasi BCA dengan Rudi Atjeh yang menghadirkan instalasi yang sepenuhnya dibuat dari kertas oleh seniman berbasis di Yogyakarta, Rudi Aceh Bermawan.

“Karya tersebut dikerjakan secara manual dengan teknik potong dan susun, menghadirkan efek visual yang kompleks serta menonjolkan proses kerja tangan sebagai nilai utama,” kata Enin.

Selain itu, kolaborasi antara Sukor Asset Management dan seniman Naufal Abshar juga akan meramaikan Art Jakarta Papers. Kolaborasi ini menampilkan karya berbasis desain papan catur yang diwujudkan dalam bentuk instalasi, patung, dan objek artistik yang dipresentasikan di ruang VIP. Pengunjung juga akan diajak berpartisipasi melalui aktivitas bermain catur di beberapa level tantangan.

Lebih lanjut, sebanyak 28 galeri seni dipastikan ambil bagian dalam Art Jakarta Papers 2026. Galeri-galeri tersebut antara lain 75 Gallery, Ara Contemporary, Art + Contemporary, Artserpong Gallery, Artsociates, Art Weme Contemporary, Can’s Gallery, CGartspace, D Gallerie, Galeri Ruang Dini, Hadiarplatform.

Lalu, Galeri Zen1, Jagad Gallery, Kendys Gallery, Kohesi Initiatives, Nadi Gallery, Lano Contemporary Gallery, Museum of Toys, Neo Gallery, Puri Art Gallery, Rachel Gallery, ROH, Rika Contemporary, Theo, Semarang Gallery, SAC Gallery, Vice & Virtue, dan Yiri Arts.

Lebih lanjut, Eninmengajak para galeri seniman untuk mengisi berpartisipasi di acara ini dengan syarat bahwa karyanya itu medium utamanya harus berbahan kertas. 

“Harapan kami tidak saja apresiasi dan perhatian masyarakat umum meningkat dan bisa memperhatikan perkembangan atau keunggulan-keunggulan yang ada di dalam karya seni rumah berbahan kertas yang sebenarnya perkembangannya sudah sangat dinamis kali ini,” ucapnya.