3 Metode Operasi Varises yang Perlu Anda Ketahui, Dicover BPJS?

Untuk mengobati penyakit varises, ada 3 metode yang umumnya dilakukan dokter/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Untuk mengobati penyakit varises, ada 3 metode yang umumnya dilakukan dokter/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Penyakit varises terjadi akibat adanya pelebaran atau pembengkakan pembuluh darah vena. Ketika katup di dalamnya rusak, maka darah akan menumpuk hingga pembuluh darah terlihat menonjol dan berwarna biru atau ungu di bawah kulit.

Penyakit varises sering kali terjadi di kaki karena adanya tekanan berdiri atau berjalan lama. Kondisi ini menimbulkan berbagai gejala mulai dari kaki pegal, nyeri, bengkak, gatal, hingga kram pada malam hari. Perubahan warna kulit atau luka yang sulit sembuh juga terjadi, sebagai pertanda masalah sirkulasi darah balik ke jantung.

Apabila varises semakin parah, maka dibutuhkan tindakan operasi yang bertujuan untuk mengembalikan sirkulasi darah yang normal ke jantung, mengurangi gejala seperti nyeri, kram, rasa berat, dan gatal pada kaki, serta memperbaiki penampilan visual. Selain itu, operasi varises juga diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti luka di sekitar mata kaki.

Di dunia kedokteran, ada 3 metode operasi varises. Diantaranya Varicose Vein Stripping atau bedah konvensional, Endovenous Laser Ablation (EVLA), serta Phlebectomy. Ketiga metode tersebut memiliki perbedaan.

Varicose Vein Stripping merupakan metode yang paling umum dilakukan dokter untuk mengatasi penyakit varises. Dengan metode ini, dokter akan membuat sayatan kecil untuk mengangkat atau menarik keluar vena varises yang rusak. Metode ini digunakan untuk mengobati penyakit varises atau pembuluh darah vena yang melebar, membesar, dan tampak berkelok-kelok. Kondisi ini umumnya terjadi di kaki atau paha.

Metode operasi varises yang kedua adalah Endovenous Laser Ablation (EVLA), yaitu prosedur minimal invasif yang menggunakan panas laser melalui kateter tipis untuk menutup dan mengecilkan vena yang bermasalah, menciptakan jaringan parut, sehingga darah dialihkan ke vena lain. Metode ini memiliki keunggulan pemulihan yang lebih cepat dengan waktu rawat inap yang lebih singkat.

Dengan metode EVLA atau metode laser, pasien juga akan minim bekas luka karena sayatannya sangat kecil, risiko infeksi lebih rendah, dengan efektivita tinggi dan mengurangi kekambuhan.

Ketiga, yaitu metode Phlebectomy. Dokter menggunakan sayatan kecil atau avlusi untuk menghilangkan varises yang lebih kecil.

Sebelum melakukan operasi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan USG. Setelah prosedur, pasien dianjurkan untuk berjalan kaki dan memakai stoking kompresi.

Bunga, salah satu pasien yang telah melakukan operasi varises menjelaskan jika sebelum operasi, dokter akan melakukan beberapa prosedur.

“Prosedurnya antara lain USG di titik varises, EKG jantung, cek penyakit dalam, MCU, thorax, dan anastesi. Bius pinggang ke bawah seperti bius caesar saat ingin melahirkan,” jelasnya saat dimintai keterangan oleh GPriority pada Rabu (14/1).

Menurut penuturan Bunga, setelah operasi, dokter menyuntikkan pereda nyeri, penyembuhan bekas luka, serta diberikan beberapa vitamin.

“Tindakan operasi, sayat kecil di pangkal paha dan dimasukkan selang untuk mendorong varises keluar di sayatan dekat tumit,” ungkapnya lebih lanjut.

Bunga menyebut, operasi varises yang ia jalani juga di cover oleh BPJS.

“Saya menjalankan prosedur Varicose Vein Stripping. Iya, di cover sama BPJS,” tutupnya.

Vena varises yang berhasil di angkat/Foto : Dok. Pribadi