Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluruskan informasi terkait alokasi anggaran pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Pramono menjelaskan, biaya khusus untuk pembongkaran tiang monorel hanya sebesar Rp254 juta. Sementara itu, anggaran Rp102 miliar dialokasikan untuk penataan kawasan Rasuna Said secara keseluruhan, mulai dari pedestrian, saluran air, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Untuk biaya pembongkarannya sendiri sebenarnya 254 juta. Kemudian untuk penataan secara keseluruhan, nanti ada jalan, ada selokan, ada taman, kemudian ada pedestarian, diperkirakan 102 miliar rupiah,” kata Pramono kepada wartawan di lokasi pembongkaran monorel Rasuna Said, Rabu (14/1).
Ia kembali menegaskan bahwa anggaran pembongkaran tiang monorel bukan Rp100 miliar, melainkan Rp254 juta.
“Sehingga sekaligus saya ingin meluruskan bahwa yang 100 miliar itu bukan motongnya, motongnya hanya 254 juta rupiah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan bahwa dengan anggaran tersebut, sebanyak 109 tiang monorel akan dibongkar. Ia pun berharap penataan kawasan pascapembongkaran dapat memperbaiki kondisi jalan dan mengurangi kemacetan di kawasan tersebut.
“Saya meyakini ini akan membuat jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo mengatakan pemprov DKI menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar dari APBD 2026 untuk penataan kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, termasuk pembongkaran tiang monorel mangkrak.
“Seperti kita ketahui, kawasan Kuningan merupakan pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi. Kuningan adalah wajah Jakarta. Tak kurang dari 11 kantor kedutaan berada di kawasan ini. Selain itu, terdapat jalur LRT dan Transjakarta yang menjadi tumpuan transportasi publik,” ujar Prastowo dalam keterangannya, dikutip Minggu (11/1).
