Jakarta, GPriority.co.id – Sebanyak 391 calon haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Pondok Gede, Jakarta, resmi diberangkatkan pada Rabu (22/4).
Ratusan jemaah haji diterbangkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, sekitar pukul 00.45 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf mengatakan pemberangkatan kloter pertama ini menjadi penanda dimulainya rangkaian operasional haji tahun 2026.
“Hari ini kita menyaksikan bahwa kloter pertama jemaah haji Indonesia telah memasuki asrama dan siap diberangkatkan. Ini menjadi awal dari rangkaian panjang pelayanan haji tahun ini yang harus kita jaga bersama kualitasnya,” ujar Irfan Yusuf dalam keterangannya.
Dia memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administrasi, terutama kepemilikan visa haji resmi.
“Kami tegaskan, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang akan diberangkatkan. Ini penting untuk menghindari penolakan di Arab Saudi dan memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tegasnya.
Irfan Yusuf juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk skema jemaah cadangan untuk mengantisipasi kursi kosong akibat pembatalan.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh proses keberangkatan berjalan lancar serta jemaah dapat menjalankan ibadah dengan kondisi prima.
“Harapan kita tentu keberangkatan berjalan lancar, jemaah sehat, dan dapat beribadah dengan khusyuk. Semoga seluruh jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyebutkan pada 22 April 2026 akan diberangkatkan empat kloter jemaah haji yang berasal dari Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Bekasi, serta satu kloter lainnya dari embarkasi Banten.
Untuk mendukung kelancaran proses keberangkatan, pihak bandara telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, termasuk sarana ibadah yang mampu menampung hingga 1.000 orang.
Selain itu, tersedia empat area ruang tunggu dengan kapasitas masing-masing sekitar 450 orang guna mengantisipasi keterlambatan penerbangan, serta layanan Makkah Route dengan 10 konter berteknologi terbaru untuk mempercepat proses keimigrasian.
Dari sisi kesehatan dan layanan khusus, pemerintah juga menyediakan fasilitas medis yang bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan, serta menyiagakan sekitar 200 petugas dan layanan kursi roda beserta pendamping guna memastikan proses keberangkatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Layanan khusus seperti kursi roda beserta petugas pendamping juga telah disiapkan bagi jamaah yang membutuhkan,” ujarnya.
