Erick Thohir Bahas Dua Tantangan Besar Pemuda Dunia saat Kunjungi PBB: Lapangan Kerja dan Kesehatan Mental

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir membahas dua tantangan utama yang dihadapi generasi muda dunia, yakni ketersediaan lapangan kerja dan kesehatan mental, saat melakukan kunjungan ke Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.

Dalam kunjungan tersebut, Erick didampingi Duta Besar/Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, dan bertemu dengan Assistant Secretary-General for Youth Affairs PBB, Felipe Paullier, untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu kepemudaan global.

Erick mengatakan, pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menyerap masukan dalam merancang program kepemudaan yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi muda.

“Kami berdiskusi terkait berbagai isu kepemudaan di seluruh dunia. Ini menjadi masukan penting bagi kami untuk memastikan program-program kepemudaan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan para pemuda dan pemudi,” ujar Erick dalam keterangan resminya, Jumat (24/7).

Menurut Erick, dari berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, persoalan lapangan kerja dan kesehatan mental menjadi isu yang paling dirasakan di berbagai negara.

Ia menilai kedua persoalan tersebut harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan kepemudaan, terutama di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat dan memengaruhi masa depan pekerjaan maupun kehidupan sosial anak muda.

“Lapangan pekerjaan dan kesehatan mental menjadi dua isu besar yang paling dirasakan pemuda dan pemudi di dunia saat ini. Karena itu, program kepemudaan yang kita jalankan harus tepat sasaran, relevan dengan tantangan yang mereka hadapi, dan benar-benar memberikan dampak,” katanya.

Erick menegaskan, Kemenpora terus mendorong agar kebijakan kepemudaan tidak sekadar menghadirkan berbagai kegiatan, tetapi juga mampu membentuk karakter dan meningkatkan kapasitas generasi muda Indonesia agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pembangunan kepemudaan mampu melahirkan generasi Indonesia yang patriotik, tangguh, memiliki empati, serta cinta terhadap bangsa dan negara.

“Sejak pertama kali memberikan amanah kepada saya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang jelas bahwa kita harus membangun generasi muda Indonesia yang patriotik, gigih, dan berempati. Karena itu, setiap program harus memiliki tujuan dan dampak yang jelas bagi masa depan mereka,” ujar Erick.

Selain membahas isu kepemudaan, Erick menyebut pertemuan dengan PBB juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional dan memperkuat kerja sama dalam pembangunan pemuda.

Ia menilai Indonesia perlu terus bertukar pengalaman dan praktik terbaik dengan berbagai negara serta lembaga internasional untuk menjawab tantangan generasi muda yang semakin kompleks.

“Pemuda adalah kekuatan masa depan Indonesia. Tugas kita memastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, sekaligus memiliki karakter yang kuat untuk membawa Indonesia semakin maju dan mampu bersaing di tingkat dunia,” pungkasnya.

Reportase : Dimas A. Putra

Foto : Istimewa