5 Daerah di Jabar yang Berpenduduk Miskin Terekstrim


Depok,GPriority.co.id-Sebagai kota dengan wilayah penduduk, industri dan pariwisata terbanyak, Jawa Barat tidak lepas juga dari kemiskinan.

Badan Pusat Stastik (BPS) mencatat ada 5 daerah yang memiliki banyak penduduk miskin. “Pengukuran ini didasarkan pada tingkat pendidikan, pekerjaan, dan kemampuan untuk mencari nafkah,” tulis isi dari BPS, Senin (12/12/2022).

Berikut 5 daerah yang dimaksud oleh BPS:
1. Kabupaten Bogor
Dengan luas wilayah sekitar 2.986 km², Kabupaten Bogor memiliki kawasan wisata alam yang indah. Namun siapa sangka dibalik indahnya wisata, Kabupaten Bogor dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki penduduk miskin terbanyak di Jawa Barat. BPS mencatat ada 895,64 orang di tahun 2021.

Sayangnya data tersebut tidak menjadikan patokan Pemkab Bogor untuk mengentaskannya, tak heran di tahun 2022 angkanya bertambah menjadi 941,86 jiwa.

2. Kabupaten Garut
Dikenal dengan dodolnya, Kabupaten Garut yang memiliki luas memiliki luas wilayah sekitar 3.065 km2 ternyata tidak lepas dari kemiskinan. BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Kabupaten Garut sebesar 146,12 persen pada 2022.

3. Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon menempati urutan ke-3, daerah berpenduduk miskin terbanyak di Jawa Barat. BPS mencatat 81,89 orang di tahun 2022. Menurut BPS, sektor industri yang belum masuk ditambah pengelolaan pariwisata yang belum optimal menjadi faktor penyebabnya.

4. Kabupaten Karawang
Diposisi 4 ada Kabupaten Karawang dengan jumlah penduduk miskin sebesar 28,22 orang. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Karawang Budi Cahyono, Covid-19 yang menjadi penyebabnya. “Hingga saat ini banyak penduduk yang menjadi pengangguran akibat di PHK dari perusahaannya. Untuk itulah Pemkab Karawang mencoba untuk melakukan mediasi dengan perusahan serta melakukan pelatihan UMKM dan pertanian sehingga tingkat kemiskinan di Karawang menjadi berkurang,” jelas Budi.

5. Kabupaten Bekasi
Jumlah penduduk Kabupaten Bekasi dalam 2 tahun terakhir meningkat drastis. BPS mencatat di tahun 2022 ada 53 penduduk miskin di Kabupaten yang berjuluk seribu industri. Sama seperti Karawang Covid-19 yang menjadi penyebabnya. “Banyak pabrik yang tutup di Kota Bekasi di masa Covid-19. Inilah yang menjadi penyebab utamanya. Namun Pemkab tidak tinggal diam, para penduduk miskin yang telah didata akan diberikan pelatihan sehingga menjadi UMKM dan pelaku usaha yang handal,” jelas Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam menutup siaran persnya. (Hs.Foto.dok.pribadi)