5 Perusak Amal Ibadah di Bulan Ramadan yang Perlu Dihindari

Ilustrasi muslimah yang sedang mengghibah di bulan Ramadan/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi muslimah yang sedang mengghibah di bulan Ramadan/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Di bulan Ramadan, umat Islam berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sayangnya tanpa disadari, ada beberapa perusak amal ibadah di bulan Ramadan yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa.

Agar ibadah tidak sia-sia, penting bagi umat Islam untuk mengetahui dan menghindari 5 perusak amal ibadah di bulan Ramadan berikut ini, sebagaimana dilansir GPriority berdasarkan salah satu kajian Ustadz Adi Hidayat (UAH).

1. Ghibah (menggunjing atau menceritakan aib orang lain)

Hal pertama yang masih seringkali dilakukan saat puasa, khususnya oleh kaum wanita, adalah mengghibah. Ini merupakan kebiasaan buruk yang harus dihindari karena menceritakan aib orang lain. 

Meski ghibah sering dianggap sepele, namun dampaknya begitu besar terhadap amal ibadah. Membicarakan keburukan orang lain, menyebarkan fitnah, atau hoaks dapat menghapus pahala yang telah dikumpulkan selama berpuasa.

2. Namimah (mengadu domba)

Namimah atau mengadu domba merupakan tindakan memecah belah hubungan antarmanusia, baik secara lisan maupun melalui media sosial. Hal ini sangatlah dilarang dan juga dapat merusak ibadah puasa yang sedang dijalankan.

Oleh sebab itu, penting untuk menjaga lisan maupun ketikan ketika sedang berpuasa.

3. Berdusta (berbohong)

Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa dalam ajaran Islam,  menjaga lisan merupakan kewajiban setiap Muslim, terlebih saat berpuasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.

4. Melihat lawan jenis dengan syahwat

Memandang lawan jenis atau konten yang membangkitkan syahwat (termasuk konten pornografi/medsos), juga dapat membatalkan pahala puasa.

5. Sumpah palsu

Sama dengan berbohong atau berkata dusta, menggunakan sumpah atas nama Allah untuk sesuatu yang tidak nyata terjadi atau untuk tujuan yang salah, merupakan dosa besar yang akhirnya juga berimbas pada hilangnya pahala puasa.

Dalam kajiannya, Ustadz Adi Hidayat kembali menekankan pentingnya menjaga lisan dan perilaku, serta menghindari perilaku sia-sia (laghwi) dan perilaku kotor agar puasa tidak sia-sia. 

Sesungguhnya, menghindari hal-hal yang merusak amal ibadah di bulan Ramadan sangatlah penting agar puasa tak sekadar hanya menahan lapar dan haus, namun juga membawa perubahan positif dalam diri.

Semoga Ramadan kali ini menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan meraih pahala secara maksimal. Lewat menjaga hati, lisan, dan perbuatan,  Insya Allah amal ibadah kita diterima dan dilipatgandakan pahalanya.