50 Siswa SD Sukoharjo Diduga Keracunan Ayam Basi Pada Makan Bergizi Gratis

50 Siswa SD di Sukoharjo Diduga Keracunan Ayam Basi Pada Makan Bergizi Gratis 50 Siswa SD di Sukoharjo Diduga Keracunan Ayam Basi Pada Makan Bergizi Gratis

Jakarta, GPriority.co.id – Program makan bergizi gratis telah berjalan selama 2 minggu.

Meski belum disalurkan secara merata, namun pada awal pelaksanaannya, program makan bergizi gratis terus disoroti.

Mulai dari porsi, lauk, hingga rasanya. Terbaru, dilaporkan sebanyak 50 siswa SD di Sukoharjo mengalami keracunan yang disinyalir akibat adanya lauk ayam basi pada makan bergizi gratis yang dikonsumsi.

Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukoharjo saat ini masih meneliti sampel makanan dari program makan bergizi gratis, untuk menentukan penyebab keracunan yang dialami sekitar 50 siswa SD Negeri 3 Dukuh.

Para siswa tersebut dilaporkan mengalami gejala seperti mual, pusing, sakit perut, dan muntah usai menyantap menu makan bergizi gratis yang salah satunya adalah ayam tepung.

Saat menyantapnya, beberapa siswa melaporkan bau basi pada ayam yang disajikan. Kendati demikian, Kepala Puskesmas Sukoharjo, Kunari Mahanani, menyatakan bahwa keracunan belum tentu berasal dari makan bergizi gratis.

Keracunan juga bisa disebabkan dari faktor daya tahan tubuh siswa, yang menurutnya dapat memengaruhi.

Usai kejadian, pihak sekolah menarik sisa makanan, sementara Puskesmas memberikan obat kepada siswa yang terdampak.

Saat ini dilaporkan jika kondisi para siswa sudah membaik, dan tidak ada yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

Pihak Puskesmas Sukoharjo pun terus memantau kondisi kesehatan siswa selama tiga hari serta melakukan edukasi kebersihan makanan.

Sementara, Dinkes Sukoharjo masih menunggu hasil penelitian sampel makanan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Ditangani Sesuai Prosedur SOP yang Berlaku

Menanggapi kejadian ini, Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi, membenarkan hal tersebut.

Nasbi mengatakan jika kejadian ini ditangani dengan cepat sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku.

Nasbi juga mengatakan jika insiden di keracunan di SD Sukoharjo ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Badan Gizi Nasional (BGN).

Hal ini mengingat BGN merupakan badan utama yang bertanggung jawab dalam melaksanakan program makan bergizi gratis.

“SOP yang diterapkan dalam program MBG mengharuskan sekolah untuk melaporkan setiap kejadian yang tidak diinginkan kepada Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Makanan tersebut langsung ditarik oleh SPPG dan diganti dengan menu alternatif,” ujar Nasbi seperti dikutip dari Antara pada Jumat (17/1).

Foto : Ilustrasi/Istimewa