7 Kebiasaan yang Diam-Diam Mempercepat Penuaan

Ilustrasi wanita yang mengalami penuaan lebih cepat daripada usianya/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi wanita yang mengalami penuaan lebih cepat daripada usianya/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sejumlah kebiasaan sehari-hari yang sangat umum dilakukan, dapat mempercepat penuaan.

Bukan hanya penuaan biologis, namun juga memberi tekanan ekstra pada sel dan organ, serta membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit dan cedera tertentu.

Berikut ini 7 kebiasaan yang diam-diam mempercepat penuaan, menurut Dr. Joseph Purita, MD, direktur medis di PUR-FORM, sebagaimana dilansir dari laporan NY Post pada Jumat (13/3).

1. Merokok

 “Merokok sangat mempercepat penuaan biologis dengan merusak DNA, meningkatkan peradangan, dan membahayakan pembuluh darah serta berbagai sistem organ,” kata Purita. Ini termasuk rokok, vape, nikotin, dan semua produk tembakau.

Cara terbaik untuk mengatasi penuaan dini akibat merokok adalah dengan berhenti. Purita merekomendasikan untuk menetapkan tanggal berhenti merokok, dan mempertimbangkan terapi pengganti nikotin atau dukungan resep dokter.

2. Pola makan yang buruk

“Pola makan tinggi makanan ultra-olahan dan gula tambahan memicu peradangan, resistensi insulin, dan ketidakseimbangan mikrobioma usus — semuanya terkait dengan percepatan penuaan,” kata Purita.

Sebagai solusinya, Purita menyarankan teknik tambah satu, kurangi satu, saat makan.

 “Tambahkan satu makanan nabati (buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian) dan hilangkan satu makanan olahan,” sebutnya.

3. Kurang aktivitas fisik

Kurang aktivitas fisik sehari-sehari menyebabkan penuaan biologis yang lebih cepat karena meningkatkan risiko kardiovaskular, kehilangan massa otot, hingga disfungsi metabolisme.

Purita merekomendasikan mulai bergerak dengan jalan kaki 3-5 menit per harinya atau melakukan aktivitas ringan untuk setiap jam Anda duduk. Kemudian,”secara bertahap tingkatkan hingga 150 menit olahraga sedang per minggu ditambah dua sesi latihan beban.

4. Kurang tidur

“Kurang tidur kronis mengganggu keseimbangan hormon, meningkatkan peradangan, dan merusak kemampuan tubuh untuk memperbaiki DNA.”

Bangun pada waktu yang konsisten setiap hari adalah kuncinya. Selain itu, cobalah untuk memberi diri Anda waktu luang 30-60 menit tanpa layar handphone sebelum tidur.

5. Stres kronis

Tingkat stres yang tinggi meningkatkan kortisol, melemahkan fungsi kekebalan tubuh, dan berkontribusi pada peradangan, yang semuanya mempercepat penuaan.

Sebagai solusi, beri waktu diri anda lima menit sehari untuk bersantai — baik itu dengan bernapas perlahan, meditasi, atau jalan-jalan singkat, untuk meredakan stres.

6. Konsumsi alkohol berlebihan

Konsumsi alkohol berlebihan bukan hanya pemicu penyakit hati, risiko kanker, dan neurodegenerasi, kata Purita. Tetapi studi telah menemukan tanda-tanda percepatan penuaan yang jelas pada peminum berat.

Sebagian besar pedoman menyatakan bahwa minum berlebihan berarti lebih dari satu gelas minuman beralkohol per hari untuk wanita, dan lebih dari dua gelas per hari untuk pria, atau minum berlebihan secara episodik.

Sebagai solusinya, cobalah untuk tidak mengonsumsi alkohol pada hari kerja atau gantilah minuman beralkohol dengan air putih, saran Purita.

7. Mengisolasi diri atau jarang bersosialisasi

“Kesepian dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi dan percepatan penuaan biologis, sebagian karena peningkatan stres, penurunan aktivitas, dan risiko lebih tinggi untuk mengembangkan depresi,” kata Purita.

Menambahkan sedikit interaksi sosial ekstra dalam hidup Anda lebih mudah.

​​“Jadwalkan satu aktivitas sosial mingguan yang rutin, idealnya dikombinasikan dengan gerakan seperti jalan kaki atau kelas olahraga,” saran Purita.

Purita pun menyarankan untuk memulai dengan aktivitas yang paling berdampak terlebih dahulu mulai dari berhenti merokok, mengatur rutinitas tidur yang teratur, hingga berjalan-jalan di luar ruangan setiap hari.

“Mungkin kedengarannya sepele, tetapi tiga kebiasaan itu saja memengaruhi banyak jalur penuaan inti tubuh, dan kemungkinan besar, Anda akan merasakan perbedaannya,” pungkas Purita.