9 Kartini di Pucuk Pimpinan BUMN

Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : dok.pribadi |

Jakarta, GPriority.co.id-Tidak kalah dengan pria, wanita pun bisa menjadi pimpinan di BUMN.

Kepemimpinan mereka menjadi pertanda bahwa emansipasi wanita yang diperjuangkan RA Kartini tidak sia-sia. Berikut 9 Kartini yang berada di pucuk pimpinan BUMN.

1. Chairani Harahap (Direktur Komersial Kimia Farma)
Ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Kimia Farma Trading & Distribution berdasarkan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2020 pada tanggal 28 Mei 2021.

Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi jurusan Manajemen Pemasaran & SDM di STIE Medan pada 2004. Sebelum ditunjuk menjadi Direktur Utama Perseroan, posisi strategis yang pernah diemban adalah sebagai Direktur Operasional PT Rajawali Nusindo, dan terakhir menjabat sebagai Direktur Pemasaran PT Phapros, Tbk.

2. Viviana Dyah Ayu Retno (Dirut Keuangan BRI)

Viviana Dyah Ayu Retno saat ini menjabat sebagai Direktur Keuangan BRI.

Sebelum menjabat sebagai direktur Keuangan, Viviana telah berkarir cukup lama di BRI dan menjabat sebagai Assistant Vice President Equity Management pada 2017 hingga 2018. Setelah itu, dia menjadi Vice President Desk Subsidiary Management pada 2018 hingga 2019.

Perempuan kelahiran Surakarta 30 September 1978 ini menempuh pendidikan di S2 MBA di University Rochester, Amerika Serikat dan S1 Peternakan di Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat.

3. Paramitha Wulanjani (Direktur Keuangan dan Risiko Jasa Marga)

Prestasi manis yang diukur Paramitha Wulanjani selama bekerja di Jasa Marga membuat Menteri BUMN Erick Thohir mengangkatnya menjadi Direktur Keuangan dan Risiko Jasa Marga pada 2023.

Jabatan yang terbilang tidak baru mengingat di pernah menempati posisi sama di tahun 2022 dan 2021.

4. Rena Laksmi Puri (Direktur Keuangan Taspen)

Tahun 2022 Rena Laksmi Puri diangkat menjadi Direktur Keuangan Taspen.

Jabatan yang tidak asing baginya mengingat Sebelumnya ia merupakan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Dok Perkapalan Indonesia di tahun 2021.

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Istaka Karya (2019) dan PT Wijaya Karya Industri Energi (2012).

5. Febby Novita (Direktur Bisnis Perum Bulog)

Febby Novita diangkat menjadi Direktur Perum Bulog pada Oktober 2020. Sebelumnya Febby yang masuk Bulog tahun 1998 pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Divisi Regional Jakarta dan Banten pada 2017, dan Kepala Divisi Penjualan Grosir dan Pasar Pemerintah Direktorat Komersial pada tahun 2019.

6. Winarsih Budiriani (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum Peruri)

Winarsih Budiriani Lahir di Klaten, 23 September 1963.

Menjabat sebagai Direktur SDM dan Umum Peruri berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-209/MBU/07/2018 tanggal 18 Juli 2018. Kemudian pada 18 Maret 2020, mendapatkan pengalihan penugasan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN RI Nomor: SK-81/MBU/03/2020.

Winarsih Budiriani berhasil meraih gelar sarjana Kehutanan di Institut Pertanian Bogor, Indonesia pada 1986.

7. Melati Sarnita (Direktur Komersial Krakatau Steel)

Menjabat sebagai Direksi sejak April 2019. Terakhir menjabat sebagai Direksi di PT PGN LNG Indonesia.

8. Siti Choiriana (Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia)


Lahir di Magetan tanggal 28 Mei 1970, Siti Choiriana menjabat sebagai Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pos Indonesia Nomor : SK-91/MBU/03/2021 tanggal 18 Maret 2021 tentang Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pos Indonesia.

9. Sinur Linda Gustiana (Direktur Strategi Korporasi dan HCM PT PP TBK)


Pemegang saham PT PP (persero) Tbk. (IDX: PTPP) menetapkan Sinur Linda Gustina Manurung sebagai Direktur Strategi Korporasi dan HCM yang baru dalam RUPS dilaksanakan Selasa, 25 Mei 2021.

Sebelum menjadi direksi di PTPP, Sinur merupakan Direktur Utama PP Properti (PPRO), anak usaha persero sejak RUPS Luar Biasa 8 Oktober 2020.