Amerika Serikat, GPriority.co.id – Billie Eilish mengkritik pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Penyanyi berusia 24 tahun ini dipuji karena vokal dalam berbagai isu. Baru-baru ini, dirinya mengkritik kondisi masyarakat yang memburuk.
Menyoroti penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan demonstran yang diserang serta dibunuh atas perintah Trump, Billie dengan tegas mengatakan saat ini warga negara tak lagi aman. Pendapat ini disampaikannya saat menerima Penghargaan Komunitas Tercinta Martin Luther King Jr. untuk Keadilan Lingkungan di Atlanta, beberapa waktu lalu.
Menurut Rolling Stone, Eilish menggunakan platform tersebut untuk berbicara menentang pemerintahan Trump.
“Sangat aneh untuk dipuji karena berupaya mewujudkan keadilan lingkungan pada saat hal itu terasa kurang mungkin dicapai mengingat kondisi negara kita dan dunia saat ini,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Kita melihat tetangga kita diculik, demonstran damai diserang dan dibunuh, hak-hak sipil kita dirampas, sumber daya untuk memerangi krisis iklim dipotong untuk bahan bakar fosil dan pertanian hewan yang menghancurkan planet kita, dan akses masyarakat terhadap makanan dan perawatan kesehatan menjadi hak istimewa bagi orang kaya alih-alih hak asasi manusia dasar baru bagi semua warga Amerika.”
Kendati demikian, ini bukan kali pertama penyanyi peraih Grammy tersebut menyuarakan pendapatnya tentang isu-isu sosial yang enggan dibahas oleh banyak selebriti papan atas.
Sebelumnya, Billie juga menyoroti kematian Renee Nicole Good, yang ditembak mati oleh petugas ICE (Immigration and Customs Enforcement) selama konfrontasi yang meneggangkan.
Melalui postingan di akun Instagram-nya, pemilik lagu ‘Birds Of A Feather’ itu menyebut lembaga penegak hukum federal sebagai ‘kelompok teroris’.
“ICE adalah kelompok teroris yang didanai dan didukung pemerintah federal di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri yang tidak melakukan apa pun untuk membuat jalanan kita lebih aman. Mereka adalah teroris domestik yang menghancurkan keluarga, meneror warga, dan sekarang membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Cukup sudah. ​​Cukup sudah. ​​Cukup sudah,” ungkapnya.
Selain itu, Billie juga memposting ulang pesan lain yang menyerukan penghapusan total ICE dan mencantumkan nama 32 individu yang dilaporkan meninggal dalam tahanan lembaga tersebut selama tahun lalu.
Dia juga mendesak para pengikutnya di Amerika untuk menghubungi perwakilan kongres mereka untuk menuntut agar lembaga tersebut dihentikan pendanaannya dan agar petugas yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut ditangkap dan didakwa.
