Alasan Prabowo Sepakati Kemitraan Strategis Baru Dengan Inggris

Presiden Prabowo saat diwawancarai awak media di Lancaster House, London, pada Selasa (20/1)/Foto : Dok. BPMI Setpres Presiden Prabowo saat diwawancarai awak media di Lancaster House, London, pada Selasa (20/1)/Foto : Dok. BPMI Setpres

London, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Stramer, secara resmi menyepakati kemitraan strategis baru antara Indonesia dengan Inggris.

Sebagaimana dilansir dari laman Sekretariat Presiden RI pada Kamis (22/1), Prabowo menyebut Inggris sebagai mitra penting yang memiliki kekuatan besar di bidang teknologi juga keuangan.

“Kita memandang UK, Inggris, sebagai sesuatu partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan finance yang sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia,” ujar Prabowo.

Bagi Prabowo, kemitraan strategis baru tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperoleh manfaat dari transfer teknologi serta kemampuan keuangan Inggris.

“Jadi saya kira partnership ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak,” ucapnya.

Lebih lanjut Prabowo menyampaikan, Inggris akan mendukung rencana Indonesia untuk membangun sekitar 1.500 kapal ikan, juga memperbaiki desa-desa nelayan. Menurutnya, kerja sama strategis di bidang maritim ini sangat diperlukan guna meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperbaiki konsumsi protein masyarakat.

“Ini sangat strategis bagi kita. Ini sangat akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi kita khususnya di bidang maritim. Saya ingatkan, tiga perempat Tanah Air kita itu adalah laut dan konsumsi protein kita, oleh rakyat kita masih terlalu rendah. Kita ingin tingkatkan untuk lebih baik lagi,” tegasnya.

Perlu diketahui, kemitraan strategis baru antara Indonesia dan Inggris merupakan tindak lanjut dari Statement on a New Strategic Partnership between the Republic of Indonesia and the United Kingdom” yang telah disepakati Indonesia-Inggris pada tahun 2024 lalu. Lewat kemitraan strategis baru ini, kedua negara berkomitmen memperdalam hubungan yang telah terbangun.

Sebagai catatan, dalam kemitraan strategis baru tersebut, empat pilar utamanya meliputi penguatan pertumbuhan ekonomi, kerja sama di bidang iklim, energi, dan alam, peningkatan pertahanan dan keamanan, serta pengembangan manusia dan masyarakat.

Indonesia dan Inggris telah sepakat membangun kemitraan yang bukan hanya inklusif, namun juga berkelanjutan, strategis, serta memperkokoh posisi kedua negara sebagai mitra utama baik di kawasan, maupun secara global.